Share

3 Ribu Karyawan Positif Covid-19, Maskapai Batalkan Ratusan Penerbangan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 406 2532573 3-ribu-karyawan-positif-covid-19-maskapai-batalkan-ratusan-penerbangan-fhb1bXz5rm.jpg Ilustrasi pesawat (dok Freepik)

JAKARTA - Maskapai United Airlines membatalkan ratusan penerbangan setelah sekitar 3.000 karyawan di Amerika Serikat dinyatakan positif Covid-19.

"Untuk mengatasi dampak dengan bertindak lebih awal, kami membatalkan penerbangan bila perlu dan memberi tahu pelanggan yang terkena dampak sebelum mereka datang ke bandara - kami juga mengurangi jadwal jangka pendek kami untuk memastikan kami memiliki staf dan sumber daya untuk menjaga pelanggan," kata CEO Scott Kirby melansir Reuters.

Dalam surat itu, dijelaskan jumlah karyawan yang sakit mewakili sekitar 4 persen dari total angkatan kerja maskapai AS.

infografis

Baca Juga:

10 Mitos Ayam Cemani, Makanan Jin hingga Media Santet

Jangan Pernah Tinggalkan Ponsel Terselip di Kursi Pesawat, Bisa Picu Bahaya!

Sebelumnya, United membatalkan 154 penerbangan pada Selasa, 11 Januari lalu,, terbanyak dari maskapai AS lainnya, menurut FlightAware. Kemudian, pada Rabu pagi, 12 Januari lalu, maskapai telah membatalkan 120 penerbangan dan menunda 32 penerbangan dan membatalkan lebih dari 60 penerbangan sebelum Kamis, 13 Januari.

Meski demikian, United Airlines bukanlah satu-satunya yang mengalami hal buruk. Maskapai di Amerika Serikat dan di seluruh dunia terpaksa membatalkan penerbangan ribuan orang dalam beberapa pekan terakhir akibat cuaca dan kekurangan staf yang disebabkan oleh varian Omicron.

Adapun, sisi baiknya, Kirby memaparkan, United telah melihat 8 pekan berturut-turut tanpa kematian terkait Covid-19 di antara karyawan yang divaksinasi. United adalah maskapai penerbangan AS pertama yang mewajibkan semua karyawannya divaksinasi selama musim panas.

Bulan lalu, Kirby menurutkan, maskapai terpaksa memecat sekitar 200 karyawan yang tidak mematuhi mandat vaksin dari 67.000 karyawannya.

"Sejak kebijakan vaksin kami mulai berlaku, tingkat rawat inap di antara karyawan kami telah 100 kali lebih rendah daripada populasi umum di AS," ujarnya.

Bahkan, Kirby mengatakan meski ada 3.000 karyawan yang saat ini positif Covid-19, tak ada karyawan mereka yang saat ini dirawat di rumah sakit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini