Viral Pria Menendang Sesajen di Semeru, Ternyata Ini Makna Sesajen Bagi Masyarakat Jawa

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 406 2532593 viral-pria-menendang-sesajen-di-semeru-ternyata-ini-makna-sesajen-bagi-masyarakat-jawa-FajiCmdniX.jpg Pria buang dan tendang sesajen di Gunung Semeru (dok Instagram)

JAKARTA - Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Kini pelaku telah diamankan pihak kepolisian oleh jajaran dari Ditreskrim Polda Jawa Timur di Bantul.

Aksi pelaku yang menendang dan membuang sesajen di desa terdampak erupsi Semeru itu menuai kecaman dari berbagai pihak lantaran dinilai tidak menghormati keyakinan dan kultur masyarakat setempat.

Melansir laman Acicis.edu, sesajen dikenal sebagai hidangan sakral yang disajikan kepada makhluk bersifat gaib. Umumnya menjadi bagian penting dari sembahyang ataupun upacara adat untuk meminta keberkahan.

Kepercayaan animisme dengan menghaturkan sesajen lahir sejak prasejarah sampai sekarang. Masyarakat memiliki kepercayaan kuat tentang mahluk halus, roh leluhur yang mendiami tempat tertentu.

infografis

Baca Juga:

Menilik Keindahan Bangkai Kapal Perang Amerika di Perairan Tulamben Bali, Bikin Mata Terpesona 

Jangan Pernah Tinggalkan Ponsel Terselip di Kursi Pesawat, Bisa Picu Bahaya!

Banyak orang Jawa percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut bisa hidup berdampingan baik dengan manusia jika mereka saling menghargai.

Seperti masyarakat di daerah Tengger, mereka percaya bahwa Gunung Bromo didiami oleh roh leluhur bernama 'Dewa Kusuma'. Dia diyakini sebagai penengah diantara dunia manusia dan dunia gaib.

Untuk itu, warga setempat pun dengan ikhlas menghaturkan sesajen sebagai tanda saling menjaga diantara dua dunia berbeda tersebut.

Menilik hal serupa, agama Hindu memiliki kepercayaan tentang Gunung Semeru yang menjadi ibu dari Gunung Agung. Bahkan, orang-orang Bali sampai rela sering datang ke Gunung Semeru untuk sembahyang dan mengambil air suci di Gunung Bromo di daerah Widodaren.

Berkat masih kentalnya kepercayaan masyarakat tanah Jawa terhadap leluhur nenek moyang, membuat ritual menghaturkan sesajen menjadi hal sakral yang masih dilakukan sampai saat ini.

Sembahyang adat dilakukan bukan hanya meminta keberkahan, namun juga kedamaian terlebih mereka hidup di tanah yang sering mengamuk dengan letusan gunung berapinya.

Lantaran hal tersebut pula, sampai sekarang anak-anak muda di daerah seperti Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Merapi ataupun daerah lain di Indonesia masih ikut dan percaya dengan sembahyang sakral menyajikan sesajen di berbagai tempat yang diyakini keramat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini