Share

Menegangkan! Kisah Dokter Bantu Ibu Melahirkan di Pesawat dengan Peralatan Seadanya, Endingnya Mengharukan

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 406 2533021 menegangkan-kisah-dokter-bantu-ibu-melahirkan-di-pesawat-dengan-peralatan-seadanya-endingnya-mengharukan-Pi30w1N8LA.JPG Penumpang melahirkan bayi di penerbangan Qatar Airwasy (Aisha Khatib/Global News)

SEGALA sesuatu yang tak terduga bisa terjadi di dalam penerbangan, contohnya persalinan. Seorang dokter dari Toronto, Kanada, Dr. Aisha Khatib telah memiliki pengalaman tentang itu. Menggunakan alat seadanya, ia berhasil mengeluarkan bayi dengan selamat di udara.

Khatib membagikan ceritanya tentang momen seorang ibu melahirkan di pesawat bulan lalu. Dia membantu seorang ibu yang melahirkan dalam penerbangan pesawat Qatar Airways dari Doha, Qatar ke Entebbe, Uganda.

Baca juga:  Wanita Ini Melahirkan di Pesawat, Air Ketubannya Pecah di Ketinggian 30.000 Kaki

Khatib saat itu bepergian untuk pekerjaan dan pelatihan medis pada 5 Desember 2021. Sekitar satu jam perjalanan, ada panggilan melalui interkom untuk bantuan medis di kabin ekonomi.

"Saya pergi ke sana, dan ada wanita ini berbaring di sana dengan kepala menghadap ke lorong dan kakinya ke jendela, dan seorang bayi keluar," kata Khatib sebagaimana dilansir dari Global News, Senin (17/1/2022).

 

Dokter itu mulai beraksi, bersama dengan seorang perawat dan dokter anak yang berada di antara penumpang dan awak kabin.

"Saya butuh klem, gunting, dan jika bukan klem saya butuh tali sepatu," kata Khatib memulai cerita.

 Baca juga: Ibu-Ibu Melahirkan Bayi Prematur di Pesawat, 200 Penumpang Cemas

"Untungnya, ada kotak persalinan di kotak medis sehingga kami bisa menjepit dan memotong tali pusar."

Dia ingat saat-saat tegang menjelang persalinan, yang kemudian berganti kebahagiaan dan kelegaan saat bayi mulai menangis.

"Saya berkata, 'selamat, ini perempuan,' dan seluruh pesawat mulai bertepuk tangan," kata Khatib.

Bayi yang baru lahir itu diberi nama Miracle Aisha oleh ibunya. Nama itu diambil dari nama dokter pahlawan yang membantunya lahir ke dunia.

"Saya punya kalung kecil dengan nama yang sama, kalung 'Aisha' yang saya pakai saya berikan kepadanya, jadi dia tahu dari mana dia berasal," kata Khatib yang emosional.

 Ilustrasi

Melahirkan bayi bisa berisiko dalam kondisi apa pun, tetapi melakukannya di ketinggian puluhan ribu kaki memiliki komplikasinya sendiri.

"Ketika Anda berada di ketinggian, Anda harus khawatir tentang tekanan oksigen yang lebih rendah yang dapat memengaruhi bayi. Bayi berpotensi mengalami gangguan pernapasan,” jelas Khatib.

"Selalu ada risiko perdarahan pascamelahirkan atau pendarahan setelah melahirkan. Dan jika Anda tidak memiliki stok darah atau apa pun untuk menstabilkan ibu, itu selalu menjadi risiko dan itu akan menjadi keadaan darurat yang besar."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini