Share

Catat! 6 Tips Keselamatan ala Pilot, Traveler Wajib Tahu

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 406 2533055 catat-6-tips-keselamatan-ala-pilot-traveler-wajib-tahu-JWpxSCeuDj.jpg Ilustrasi Pilot (Pixabay)

BEBERAPA tips keselamatan pilot ini wajib Anda ketahui. Bagi kebanyakan orang, penerbangan jarak jauh mungkin adalah sesuatu yang menyenangkan lantaran bisa menikmati pemandangan langit sepanjang perjalanan.

Namun, momen penerbangan juga bisa menjadi buruk tanpa pengetahuan keselamatan dan tindakan pencegahan yang tepat. Nah, berikut ini telah MNC Portal Indonesia rangkum tips keselamatan terbaik, melansir dari Avion Insurance.

Keselamatan pra penerbangan

Sebelum Anda memasuki kokpit, Anda seharusnya sudah mengambil langkah menuju pengawasan yang aman di udara.

Baca juga: Terungkap Ini yang Terjadi Jika Jendela Pesawat Pecah di Udara, Segera Selamatkan Dirimu!

Anda belum siap untuk terbang sampai Anda meninjau tiga kondisi, yakni kondisi pesawat, cuaca, dan diri Anda sendiri. 

1. Prosedur keselamatan

Lakukan tinjauan prosedur keselamatan dan tetap ikuti perkembangan praktik terbaik. Aircraft Owners and Pilots Association atau AOPA adalah sumber yang bagus tentang praktik keselamatan bagi pilot. Ini menawarkan webinar dan kesempatan belajar online lainnya untuk membuat pilot mendapat informasi tentang keselamatan.

 Ilustrasi

Pesawat (Okezone)

2. Selalu ikuti daftar periksa pra-penerbangan

Simpan daftar periksa yang paling penting, pemeriksaan yang diperlukan untuk terbang dengan aman untuk setiap penerbangan.

Daftar periksa pra-penerbangan ini harus mencakup pemeriksaan lampu posisi roda pendarat, pengukur bahan bakar, dan magneto, di antara tugas-tugas lainnya.

 Baca juga: Terungkap! 4 Hal Dilakukan Pilot dan Pramugari saat Pesawat Transit

3. Ikuti intuisi

Jika intuisi Anda memberi tahu ada sesuatu yang salah atau cuacanya terlalu buruk, percayalah pada diri sendiri. Jangan biarkan diri Anda ditekan untuk terbang. Ini bisa menempatkan Anda ke dalam situasi berbahaya yang seharusnya bisa dihindari.

 

4. Hindari terbang saat sakit

Jika Anda memiliki gejala pilek atau flu, sebaiknya hindari penerbangan. Mengemudikan pesawat membutuhkan pengelolaan banyak tugas dan fokus yang penuh. Fokus yang diperlukan untuk terbang sulit dikerahkan ketika Anda sedang berjuang melawan gejala seperti flu. Tidak aman bagi Anda atau penumpang Anda untuk mengambil risiko yang terkait dengan keadaan terbang saat sakit .

5. Ikuti daftar periksa IMSAFE

Tim Keselamatan Helikopter Internasional mendorong pilot untuk menggunakan daftar periksa IMSAFE sebelum terbang. IMSAFE adalah singkatan dari Illnes, Medication, Stress, Alcohol, Fatigue, dan Eating atau dalam bahasa Indonesia, adalah sakit, obat, stres, alkohol, kelelahan dan makan. Keenam hal ini perlu diperhatikan oleh para pilot saat akan terbang. Terbang dalam keadaan lelah atau setelah minum obat mungkin membuat Anda merasa baik-baik saja, tetapi efeknya sama seperti terbang saat mabuk.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

6. Perhatikan kondisi pesawat

Perawatan yang tepat dari pesawat adalah suatu keharusan. Periksa suku cadang yang rusak selama pemeriksaan visual pra-penerbangan. Pesawat Anda harus 100 persen berbunyi setiap kali Anda terbang, tidak ada pengecualian.

Pesawat Anda juga harus memiliki bagian interior dan eksterior, dengan fokus pada lampu, pengukur, sensor, dan bagian penting lainnya dari pesawat yang diperlukan untuk penerbangan yang aman. Lalu, pemilik, penyewa, pilot, dan semuanya harus memiliki asuransi.

Jika Anda mengemudikan pesawat yang bukan milik Anda, bukan berarti Anda harus terbang bebas asuransi. Pilot harus memiliki pertanggungan pembayaran medis, asuransi kewajiban pesawat, dan pertanggungan kerusakan fisik pesawat .

 Ilustrasi

Keamanan dalam penerbangan

Keamanan tidak boleh dikesampingkan begitu Anda sudah berada di udara. Pastikan Anda mengikuti praktik dalam penerbangan yang aman berikut ini untuk mengurangi kemungkinan kesalahan.

1. Tetap fokus

Batasi diri Anda dengan percakapan dan aktivitas lainnya untuk memastikan kokpit steril. Menurut aturan Administrasi Penerbangan Federal, kokpit harus bebas dari gangguan yang tidak terkait dengan tugas selama semua fase penerbangan kritis. Fase-fase ini meliputi lepas landas, pendaratan, serta operasi penerbangan di bawah 10.000 kaki. Aturan-aturan ini dibuat dari kompilasi dan studi tentang kecelakaan pesawat di seluruh Amerika Serikat.

2. Jangan Mengandalkan GPS

GPS memang membuat terbang lebih mudah, namun jangan sampai menjadi patokan bagi Anda. Jika sesuatu terjadi dan mengganggu GPS Anda, Anda harus siap melakukan navigasi pesawat dengan aman. Rencana jalur penerbangan Anda harus sesuai dengan NOTAMS GPS yang dikirim. Jangan lupa, perhatikan NOTAM GPS tersebut jika Anda akan bepergian melalui zona interferensi.

3. Ketahui aturan komunikasi radio

Komunikasi adalah kuncinya, baik di darat maupun di udara. Berkomunikasilah dengan benar dan mengikuti etiket radio. Jangan sampai Anda menyampaikan informasi palsu atau salah kepada pihak penerima. Susun panggilan Anda dengan mengidentifikasi siapa, di mana, dan kemudian apa.

Saat mengidentifikasi diri Anda di area yang tidak memiliki menara, sebutkan warna dan model Anda. Nomor ekor biasanya digunakan sebagai pengidentifikasi tetapi tidak mudah dikenali oleh pilot lain. Faktanya, jika mereka dapat dengan mudah membaca nomor ekor Anda, situasi berbahaya pasti sedang berlangsung.

 Baca juga: Jangan Bawel, Begini Cara agar Teman Duduk di Pesawat Nyaman dengan Anda

4. Jangan pernah terbang di bawah 1000 kaki

Terbang di bawah 1000 kaki menghadirkan potensi masalah saat menghadapi kegagalan mesin. Pikirkan ke depan untuk keadaan darurat atau malfungsi penerbangan yang mungkin terjadi. Jika itu terjadi pada ketinggian saat ini yang Anda tuju, apakah Anda punya cukup waktu untuk memperbaiki situasi?

5. Banyak Latihan

Tentu saja semakin banyak mil yang Anda miliki di udara, semakin baik keahlian pilot Anda. Terbang lebih sering akan melatih keterampilan Anda, menjaga memori otot Anda tetap kencang, dan memberi Anda pengalaman belajar baru. Lebih banyak pengalaman tidak pernah menyakiti siapa pun, jadi mulailah terbang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini