Share

Intip Festival Usir Roh Jahat, Banyak 'Hantu' Menari-nari di Jalan

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 406 2533087 intip-festival-usir-roh-jahat-banyak-hantu-menari-nari-di-jalan-UkyFwmCDqR.JPG Festival Surva, ritual budaya untuk usir roh jahat di Bulgaria (AP via VOA)

BULGARIA kembali menggelar Festival Surva. Festival tradisional tahunan mengusir roh jahat ini menandai puncak perayaan musim dingin, sekaligus menyambut kedatangan musim semi.

Setiap musim dingin, orang-orang Bulgaria punya tradisi khusus. laki-laki, perempuan, dan anak-anak selama berhari-hari menyiapkan berbagai kostum yang terkadang aneh, dilengkapi dengan topeng yang dirancang seseram mungkin seperti hantu.

Mereka menyiapkan itu untuk bisa memeriahkan karnaval tahunan yang sudah lama eksis.

Baca juga: Terkategori Zona Merah, Bulgaria Larang Wisatawan Inggris Masuk ke Negaranya

Penduduk desa Cherna Gora, di kawasan pegunungan Batanovsi, Bulgaria, termasuk yang tidak pernah ketinggalan menyelenggarakan karnaval itu. Bagi mereka, karnaval yang merupakan bagian dari Festival Surva itu merupakan kegiatan yang selalu mereka tunggu-tunggu.

Mereka beramai-ramai turun ke jalan-jalan pada Kamis 13 Januari 2022 malam, untuk melakukan kegiatan mengusir roh jahat.

Valentina Marinova, seorang warga desa Cherna Gora, termasuk salah satu di antara mereka yang antusias menghadiri karnaval itu.

"Pakaian yang saya kenakan hari ini untuk mengusir roh dan kekuatan jahat dan untuk kesehatan. Kami menghadirkan karakter yang berbeda-beda. Ada pengantin perempuan, pengantin laki-laki, ayah mertua, ibu mertua. Kami juga menggelar berbagai adegan seperti pernikahan, atau perkelahian," ujarnya.

Pada karnaval itu, para peserta dengan kostum yang aneh-aneh itu disebut kukeri. Mereka menari di jalan-jalan, di sekitar api unggun dan di rumah-rumah penduduk sambil membunyikan lonceng tembaga keras-keras dengan harapan membawa kesehatan dan kesuburan menjelang musim semi yang akan datang.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Halal di Eropa, dari Bulgaria hingga Negara Ronaldo

Biasanya, arak-arakan akan berjalan melalui desa dan mampir ke setiap rumah di mana tuan rumah akan menawarkan mereka beberapa makanan ringan dan hadiah kecil. Namun karena berbagai pembatasan terkait pandemi, pada tahun ini para penari hanya diperbolehkan beraksi di jalanan.

Kostum yang mereka kenakan umumnya terbuat dari kulit domba atau kambing, dengan bulu-bulu di bagian luar dan lonceng di pinggangnya.

Topeng biasanya terbuat dari kayu dan menggambarkan kambing, domba jantan atau lembu jantan, atau beberapa hewan lain yang sering dimitoskan sebagai makhluk jahat.

Beberapa topeng terlihat memiliki dua wajah, yang jahat di bagian depan dan yang baik di bagian belakang, melambangkan hubungan antara yang baik dan yang jahat.

Dulunya, karnaval itu hanya boleh diikuti laki-laki dewasa. Tak heran, sosok perempuan dalam karnaval ini terkadang juga diperankan laki-laki.

Seiring berjalannya waktu, perempuan akhirnya dibolehkan berpartisipasi dalam tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Kini, anak-anak pun tak jarang dilibatkan.

Ilustrasi

Karnaval terbesar biasanya diadakan di Pernik, yang menyelenggarakan Festival Surva Internasional. Namun, untuk tahun ketiga berturutan, acara yang biasanya mengundang turis mancanegara ini dibatalkan.

Pembatalan pada tahun 2020 dikarenakan krisis air yang melanda kota itu, sementara pembatalan pada dua tahun selanjutnya karena pandemi virus corona.

Ritual menjelang musim semi serupa juga diselenggarakan di beberapa negara lain di Balkan, termasuk Rumania dan Serbia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini