Share

Banyak Koleksi Manuskrip Islam, Perpustakaan Israel Banjir Kunjungan Turis

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 408 2533045 banyak-koleksi-manuskrip-islam-perpustakaan-israel-banjir-kunjungan-turis-ubjnq0Axif.JPG Perpustakaan Nasional Israel di Yarusalem (Foto AP via VOA)

JUMLAH pengunjung ke situs berbahasa Arab Perpustakaan Nasional Israel di Yarusalem naik lebih dari dua kali lipat pada 2021. Ini terjadi setelah digitalisasi manuskrip dan arsip berbahasa Arab perpustakaan tersebut dan program penjangkauan yang luas dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang dikirim ke kantor berita Associated Press, Perpustakaan Nasional Israel mengatakan, sekitar 650.000 pengguna, sebagian besar dari wilayah Palestina, Mesir, Arab Saudi, Yordania dan Aljazair, mengunjungi situs berbahasa Inggris dan Arab perpustakaan tersebut pada 2021.

Raquel Ukeles, Kepala Koleksi Perpustakaan Nasional Israel mengatakan bahwa salah satu koleksi perpustakaan itu yang paling banyak dicari dalam situs yang berbahasa Arab adalah arsip surat kabar.

Baca juga: Pria Ini Dilarang Meninggalkan Israel Sampai Tahun 9998 Gegara Ceraikan Wanita Yahudi

Lebih dari 200.000 halaman publikasi berbahasa Arab itu berasal dari kekhalifahan Utsmaniyah dan Palestina sewaktu berada di bawah kekuasaan Inggris.

"Perpustakaan Nasional Israel telah mengumpulkan bahan-bahan selama sekitar 130 tahun. Apa yang dimulai sebagai perpustakaan umum yang didedikasikan untuk sastra Yahudi dengan cepat menjadi perpustakaan yang jauh lebih luas. Dan area kedua yang diperluas perpustakaan ini adalah Arab dan Islam," katanya.

"Koleksi tentang Arab dan Islam diawali pada tahun 1924 sebagai bagian dari transisi perpustakaan menjadi perpustakaan universitas. Dan dalam perjalanan sejarahnya, perpustakaan ini telah berinvestasi dalam materi-materi Arab dan Islam, juga termasuk materi-materi Persia dan Turki, buku-buku, koran-koran, dan jurnal, poster dan musik dan manuskrip, dan, tentu saja, kini materi digital untuk menjadi lembaga penelitian unggulan untuk Kajian Islam dan Kajian Timur Tengah di Israel. Dan kami adalah salah satu lembaga penelitian terbesar di kawasan ini," lanjut Raquel.

Baca juga: Wow! Permata Kecubung Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Yerusalem

Koleksi itu tersedia secara online dan terbuka, kata Raquel. Kemudahan akses memungkinkan cendekiawan, mahasiswa, dan mereka yang mencintai sejarah dan kebudayaan, mengunjungi dan menjelajahi situs online itu.

Perpustakaan yang terletak di Yerusalem itu adalah rumah bagi banyak koleksi tertulis tentang Islam dan Arab, termasuk ribuan buku dan manuskrip langka dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki mulai dari abad ke-9 hingga ke-20.

"Jadi ini adalah salinan Khamsa Islam dari India abad ke-17, yang berbahasa Persia. Ini adalah puisi Persia, salah satu puisi Persia terpenting dalam tradisi sastra Persia. Dan itu adalah bagian dari kuintet, ini semacam buku dengan lima puisi berbeda dan topik berbeda yang berhubungan dengan Iskandar Agung," ujar kurator Koleksi Islam dan Timur Tengah di perpustakaan itu, Samuel Thrope.

Thrope menyatakan adalah suatu kehormatan bekerja dengan koleksi yang benar-benar mencakup keseluruhan budaya Islam dan sejarah wilayah tersebut.

Tentang koleksi lain yang masih terkait Khamsa, ia mengungkapkan: "Jadi, ini bukan hanya adegan pertempuran. Ini adalah adegan perpindahan kerajaan, pengalihan otoritas, dan juga pengalihan legitimasi, dari ayah ke anak, dan juga dari raja ke raja, dari Persia ke Yunani. Ini adalah gambar yang sarat dengan banyak simbolisme yang sangat kuat."

Ilustrasi

"Sebagian dari koleksi Yehuda kami, beragam pilihan manuskrip yang kami miliki di antara koleksi yang disumbangkan Avraham Shalom Yehuda. Ia adalah cendekiawan dan kolektor dan dealer manuskrip kelahiran Yerusalem, salah satu yang sebenarnya paling penting dalam abad ke-20. Di akhir hayatnya, Yehuda menyumbangkan sisa koleksi manuskripnya ke sini, kepada kami di Yerusalem," ujar Thrope mengenai asal mula koleksi tersebut.

Di antara koleksi yang paling berharga dalam perpustakaan itu terdapat al Quran abad ke-9 dari Iran modern. Al Quran dari Persia itu adalah contoh yang diketahui paling awal, yang ditulis dalam aksara Arab. Koleksi lain adalah manuskrip bercahaya dari India abad ke-17 yang mengilustrasi kehidupan Iskandar Agung; dan naskah dari Turki pada masa kekhalifahan Utsmaniyah pada abad ke-16 mengenai oftalmologi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini