Share

Sandiaga Uno Minta Desa Wisata Maksimalkan Potensi SDA dan Ekraf

Antara, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 406 2533207 sandiaga-uno-minta-desa-wisata-maksimalkan-potensi-sda-dan-ekraf-RjfKz8DfgY.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak desa wisata untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA) serta ekonomi kreatif dengan melakukan inovasi terhadap berbagai produk wisata.

Beberapa inovasi produk wisata ialah menggabungkan berbagai potensi seperti ekowisata, wisata alam, dan nature eco wellness adventure menjadi paket wisata.

“Semua itu merupakan inovasi produk wisata yang akan berkembang cepat dan menjadi mainstream (arus utama) baru di industri pariwisata,” kata dia ketika melakukan studi banding kepada pelaku wisata Kabupaten Subang Jawa Barat, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah belum lama ini.

Sandi menjelaskan, kesatuan paket wisata ini lebih lengkap untuk menangkap pergeseran preferensi wisatawan.

Baca juga: Wow! 19 Paket Wisata di Bali Menanti Para Delegasi KTT G20, Apa Saja?

Peralihan kecenderungan wisatawan bisa berbentuk pula inovasi produk (package innovation) wisata seperti kegiatan yang dijalankan secara daring dan luring (hybrid event), tur virtual, dan piknik pribadi (private picnic package).

Untuk memaksimalkan potensi SDA, suatu daerah disebut harus mengindentifikasi kekuatan yang dimiliki. Sebagai contoh, Kabupaten Magelang, memaksimalkan potensi tujuh gunung yang berada di wilayah tersebut, Candi Borobudur, dan beberapa destinasi termasuk sektor kuliner.

“Di sini (Magelang) salah satu penghasil kopi terbaik tanah air. Tadi saya coba Pawon luwak kopi dan rasanya luar biasa, jadi hal itu yang harus dibangun,” kata dia.

Selain itu, para pelaku wisata diharuskan mampu beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 seperti memanfaatkan konsep Wisata Mikro Domestik (Domestic Micro Tourism).

Hal ini dilakukan karena di era pariwisata kenormalan baru, sektor pariwisata harus bisa memanfaatkan wisatawan yang berada di sekitar destinasi wisata tertentu. Dirinya agar berbagai pihak dapat berkolaborasi dalam upaya pengembangan wisata.

“Investor boleh berinvestasi, namun masyarakat juga harus ikut merasakan hasilnya,” ucap Sandi.

Sektor pariwisata lanjut Sandi, diharapkan memiliki kekuatan lebih dari enam kali lipat dari sektor lain dalam mencari lapangan kerja.

“Untuk itu, investasilah di pariwisata, investasilah di ekonomi kreatif,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini