Share

Kontroversi Festival Gulat Unta, Disukai Turis Diprotes Aktivis

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 406 2533584 kontroversi-festival-gulat-unta-disukai-turis-diprotes-aktivis-PKX2rna24y.JPG Festival gulat unta tradisional di Selcuk, Turki (Foto AFP via VOA)

FESTIVAL gulat unta tradisional di Turki barat yang menarik ribuan orang setiap tahun menuai kritik dari aktivis hak-hak binatang. Para aktivis mengatakan kelompok hewan pemamah biak besar itu dilecehkan dan dilukai selama acara tersebut.

Festival Gulat Unta Internasional ke-40 diadakan di Selcuk, bagian dari Provinsi Aegean Izmir, pada Minggu 16 Januari 2022. Festival tersebut diikuti oleh 152 unta dengan menggunakan pelana dan kain hias dan bordir berbagai pola dan warna di punuk dan leher mereka.

Baca juga: Puluhan Ribu Unta Ikut Kontes Kacantikan, Begini Cara Juri Menentukan Juara

Unta-unta itu dibawa ke arena berpasir untuk saling menabrak, dengan wasit dan personel lain di dekatnya. Meski demikian, hewan-hewan tersebut diharuskan menggunakan pelindung mulut untuk mencegah luka gigitan.

Ribuan orang mengatur meja dan kursi di sebuah bukit yang berdekatan dengan arena dan memasak di atas barbekyu. Mereka makan dan minum sambil menyaksikan binatang-binatang itu melakukan gulat.

Gulgun Hamamcioglu, perwakilan Izmir untuk Federasi Hak Hewan (HAYTAP), mengatakan mendorong hewan untuk saling bertarung adalah "kejahatan besar.”

"Anda melihat seekor binatang, makhluk hidup berkelahi di depan Anda dan ia menderita, terluka dan mungkin mereka saling membunuh. Orang-orang menikmati ini dan mungkin mendapatkan keuntungan finansial," katanya.

Baca juga: Berusia 9.000 Tahun, Kota Kuno Ini Diperkirakan Lebih Tua dari Piramida

"Tolong mari kita bersama-sama menghentikan gambaran rasa malu ini, pemandangan yang membuat kita malu akan sikap manusia," tambah Hamamcioglu.

Mehmet Falakali, mantan kepala kantor Kementerian Pariwisata di Selcuk, mengatakan unta tidak dapat saling melukai secara serius dan ada personel yang akan memisahkan mereka jika terjadi bentrokan menjadi terlalu intens.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini