Share

Terekam Satelit, Begini Penampakan Pulau Terbelah 2 Akibat Letusan Gunung Berapi Tonga

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 406 2533768 terekam-satelit-begini-penampakan-pulau-terbelah-2-akibat-letusan-gunung-berapi-tonga-vZLnVaD9lR.JPG Pulau terbelah dua akibat erupsi Hunga-Tonga Hunga-Ha'apai (Foto: Planet/News.com.au)

SEJUMLAH foto menakjubkan menunjukkan kerusakan signifikan yang terjadi di Tonga setelah letusan gunung berapi bawah laut yang memicu tsunami pada Sabtu pekan lalu.

Citra satelit juga telah mulai menunjukkan tingkat letusan tersebut, di mana foto-foto kehancuran itu bisa dilihat dari luar angkasa.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi di negara-negara tetangga, termasuk pantai timur Australia, dengan gelombang besar di beberapa pulau Pasifik Selatan yang tercatat.

Media sosial dengan cepat dibanjiri dengan unggahan foto yang memperlihatkan gelombang air menghantam rumah-rumah di tepi pantai, bahkan letusan itu sendiri difilmkan dari luar angkasa.

Sementara tingkat kerusakan di pulau itu masih belum jelas. Pihak berwenang menyarankan Tonga mungkin terjebak dalam kegelapan dunia maya selama berminggu-minggu.

Seorang pejabat mengatakan bahwa setelah letusan membuat kabel komunikasi bawah laut terputus, negara itu sekarang terisolasi dari kontak dengan dunia luar.

Baca juga: Tonga, Kerajaan Kecil di Pasifik yang Luluh Lantak Diterjang Tsunami

“Kami mendapatkan informasi yang tidak jelas, tetapi sepertinya kabelnya telah terputus. Untuk perbaikannya bisa memakan waktu hingga dua minggu. Kapal cable-laying terdekat ada di Port Moresby," ujar Direktur Jaringan Southern Cross Cable Network, Dean Veverka melansir News.com.au.

pulau terbelah dua

Sebuah stasiun pemantau yang berbasis di Darwin mengatakan, letusan besar lainnya telah terdeteksi di gunung berapi Tonga, di mana dua hari setelah awal letusan besar telah memicu tsunami di Pasifik.

Menurut peringatan oleh Pusat Penasihat Abu Vulkanik Darwin, letusan terbaru terdeteksi pada Minggu, sekitar pukul 22.10 GMT. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik juga mengatakan telah mendeteksi gelombang besar di daerah tersebut.

“Ini mungkin dari ledakan lain gunung berapi Tonga. Tidak ada gempa bumi yang diketahui dengan ukuran signifikan untuk menghasilkan gelombang ini," ujarnya.

Letusan gunung berapi besar-besaran itu menyebabkan kerusakan signifikan pada ibu kota negara kepulauan dan menutupinya dengan debu. Letusannya begitu kuat sehingga tercatat di seluruh dunia dan terdengar hingga Alaska, di mana memicu tsunami yang membanjiri garis pantai Pasifik dari Jepang hingga Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, tidak ada laporan cedera atau kematian, tetapi penilaian penuh belum dimungkinkan dengan jalur komunikasi yang terputus.

“Tsunami memiliki dampak yang signifikan di pantai di sisi utara Nuku’alofa dengan perahu dan batu-batu besar terdampar. Nuku’alofa tertutup lapisan debu vulkanik yang tebal, tetapi kondisinya tenang dan stabil,” ujar Ardern setelah kontak dengan kedutaan Selandia Baru di Tonga.

Tonga membutuhkan pasokan air karena awan abu telah menyebabkan kontaminasi. Belum ada kabar mengenai kerusakan di pulau-pulau terluar.

Namun, pada Senin pagi, Selandia Baru mengirim pesawat pengintai angkatan udara untuk membantu penilaian dampak awal di daerah itu dan pulau-pulau dataran rendah," ujar Angkatan Pertahanan negara tersebut.

Abu tebal dan asap mendorong otoritas bantuan untuk meminta orang memakai masker dan minum air kemasan. Gelombang setinggi 1,2 meter menyapu pantai di ibukota Tonga.

Penduduk setempat melaporkan bahwa mereka telah melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi, meninggalkan rumah-rumah yang terendam banjir, beberapa dengan kerusakan struktural, ketika batu-batu kecil dan abu jatuh dari langit.

“Itu sangat besar. Tanah bergetar, rumah kami bergetar. Itu datang dengan gelombang. Adik laki-laki saya mengira bom meledak di dekatnya. Air memenuhi rumah mereka dalam beberapa menit dan melihat dinding rumah tetangga runtuh," ujar salah seorang penduduk Mere Taufa.

“Tsunami memiliki dampak yang signifikan di pantai di sisi utara Nuku’alofa dengan perahu dan batu-batu besar terdampar. Nuku’alofa tertutup lapisan debu vulkanik yang tebal, tetapi kondisinya tenang dan stabil,” ujar Ardern setelah kontak dengan kedutaan Selandia Baru di Tonga.

Tonga membutuhkan pasokan air karena awan abu telah menyebabkan kontaminasi. Belum ada kabar mengenai kerusakan di pulau-pulau terluar.

Namun, pada Senin pagi, Selandia Baru mengirim pesawat pengintai angkatan udara untuk membantu penilaian dampak awal di daerah itu dan pulau-pulau dataran rendah," ujar Angkatan Pertahanan negara tersebut.

“Kami baru tahu langsung itu adalah tsunami. Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan agar semua orang naik ke tempat yang lebih tinggi," tambahnya.

Wakil Kepala Misi Komisi Tinggi Tonga di Australia, Curtis Tu'ihalaningie mengatakan, sejauh ini belum ada korban tewas kematian terkonfirmasi. Sementara itu, wanita Inggris Angela Glover, yang memiliki Happy Sailor Tattoo di Nuku'alofa bersama suaminya, dilaporkan hilang setelah tersapu tsunami.

Glover berpisah dari suaminya James, ketika dinding air mengalir melalui rumah pesisir mereka. Letusan tersebut dikatakan berkali-kali lebih kuat daripada tragedi White Island di Selandia Baru pada tahun 2019 lalu, di mana menewaskan 22 turis yang mengunjungi lokasi tersebut.

Profesor Emeritus Richard Arculus dari Australian National University menjelaskan, gunung berapi itu cukup aktif dalam 15 tahun terakhir, letusan ini adalah ledakan besar yang membersihkan lubang angin, di mana ledakan di permukaan laut menyebar agak ke samping dan akhirnya berubah menjadi cincin gelombang kejut.

"Ini mungkin belum berakhir. Aktivitas vulkanik bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan," kata Richard.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini