Share

Pramugari Senior Hadapi Persidangan Gara-gara Memukul Bokong Awak Kabin Junior

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 406 2533794 pramugari-senior-hadapi-persidangan-gara-gara-memukul-bokong-awak-kabin-junior-ySH7LhJpma.jpg Ilustrasi pramugari (dok Shutterstock)

JAKARTA - Seorang pramugari senior berusia 50 tahun terancam kena hukuman setelah memukul bokong kanan anggota kabin wanita junior dalam penerbangan antara Singapura dan Filipina. Insiden ini terjadi pada tahun 2019 silam dan tengah diproses persidangan.

Selama persidangan, korban memaparkan kronologi seniornya memukul bokong kanannya saat dia membungkuk untuk melayani penumpang di kabin kelas bisnis.

Hal ini berawal ketika mereka bekerja dalam penerbangan turnaround antara Singapura dan Manila pada 3 Mei 2019. Insiden itu terjadi sekitar 30 menit sebelum mendarat di Filipina setelah Kapten Pilot menyuruh kru untuk mulai mempersiapkan kabin untuk pendaratan.

Awak kabin wanita yang tidak disebutkan namanya itu tengah membantu seorang penumpang yang bertanya tentang pembelian Duty Free ketika pelaku melewatinya di lorong.

infografis

Baca Juga:

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Forum Pariwisata ASEAN 2023, Sandiaga Uno Singgung Borobudur

Badai Salju Terjang Amerika, 3 Maskapai Besar Ini Pusing Kena Imbasnya

Atas insiden ini, pramugari senior itu membantah tuduhan pencabulan dan sebaliknya mengeklaim bahwa dia hanya menyenggol sisi kanan panggul karena melihatnya bersandar di sisi kursi kelas bisnis dan bokongnya menonjol ke lorong.

Ia berdalih mencoba untuk memperbaiki postur provokatif pramugari yang berusia 23 tahun lebih muda darinya.

Meski demikian, korban mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tengah melayani penumpang dengan lutut sedikit ditekuk, tubuh bagian atas sedikit condong ke depan, dan mungkin sedikit miring ke arah kursi.

Dia tiba-tiba merasakan pukulan di pantatnya yang membuatnya berdiri tegak dan terkejut. Anggota kru senior diduga berkomentar tentang posturnya dengan cara yang nakal, tetapi kemudian meminta maaf kepadanya setelah dia menyampaikan kekhawatirannya kepada anggota kru lainnya.

Korban mengajukan pengaduan pidana ke polisi dua hari kemudian. Pelaku diperkirakan akan divonis pada Maret 2022.

Tahun lalu, seorang pramugari veteran Qantas dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang rekan wanita yang jauh lebih muda setelah dia menuduhnya menyentuh payudaranya dan memperlihatkan alat kelaminnya padanya.

John Vatovec adalah pemimpin tim di kabin kelas ekonomi dalam penerbangan antara Perth dan Melbourne pada April 2019, ketika mereka mengambil waktu istirahat bersama. Area istirahat kru adalah beberapa kursi kelas ekonomi yang dipisahkan dari kabin lainnya oleh tirai.

Mantan pramugari itu dipecat oleh Qantas pada akhir 2020 dan didenda sebesar USD12.000 oleh pengadilan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini