Share

Traveler Harus Tahu, Begini Cara Pilot Hentikan Pesawat saat Mendarat!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 406 2534234 traveler-harus-tahu-begini-cara-pilot-hentikan-pesawat-saat-mendarat-81Mkc0qe3v.jpg Pilot (Naibuzz.com)

BANYAK yang penasaran terkait cara pilot hentikan pesawat saat mendarat. Para pilot memang sering mengatakan bahwa bagian paling sulit dari penerbangan adalah pendaratan.

Meskipun pesawat modern mampu menangani pendaratan dengan sangat baik, kemungkinan mengalami cuaca buruk, kerusakan mesin, atau angin kencang tetap saja tidak dapat diprediksi.

Lantas, bagaimana pesawat berhenti setelah mendarat?

Baca juga:  Catat! 6 Tips Keselamatan ala Pilot, Traveler Wajib Tahu

Pada setiap pesawat modern, ada tiga jenis sumber pengereman, yakni ground spoiler atau spoiler tanah, rem cakram, dan reverse thrust atau pembalik daya dorong.

Ketiganya memiliki fungsi masing-masing dalam setiap pendaratan. Berikut ulasannya sebagaimana dilansir dari Simple Flying :

1. Ground spoiler

Salah satu cara paling efektif dan logis untuk membawa pesawat untuk mendarat adalah dengan memotong pasokan daya angkatnya. Spoiler pada bagian atas sayap berfungsi sebagai penghalang aliran udara yang lancar. Namun, spoiler juga memiliki aplikasi yang bervariasi.

Ilustrasi

Pesawat mendarat (Metro UK)

Mereka dapat digunakan sampai batas tertentu untuk menurunkan kecepatan pesawat pada saat turun dan mendekat. Tahap ini disebut 'penyebaran sebagian' spoiler.

Setelah mendarat, spoiler akan berbentuk vertikal sepenuhnya dengan berdiri tegak dan keluar dari sayap. Dalam banyak kasus, spoiler tanah tambahan, yang lebih dekat dengan badan pesawat juga akan digunakan. Namun, hanya ada sedikit spoiler yang bisa digunakan.

Aplikasi utama dari spoiler pesawat adalah untuk memotong lift dan memberikan semacam hambatan, sisanya dilakukan oleh rem cakram dan pendorong mundur.

Baca juga: 4 Barang Paling Penting Dibawa saat Naik Pesawat, Jangan Ketinggalan!

2. Rem roda

Sistem pengereman roda adalah bentuk paling umum dari pengereman pada setiap kendaraan di dunia, termasuk pesawat. Kendati demikian, sistem pengereman pada pesawat tentu dibuat lebih canggih dibandingkan kendaraan biasa.

Sistem rem cakram pada sebuah roda adalah bagian yang tetap dan tidak berputar dengan bagian roda yang lain. Sama seperti bantalan pada kendaraan modern, cakram stasioner ini bertindak sebagai gesekan pada bagian yang berputar dan menyebabkannya berhenti atau mengurangi kecepatan putarannya secara bertahap.

 

Pesawat paling modern saat ini dilengkapi dengan auto braking system yang dikendalikan oleh autopilot. Tingkat rem otomatis dapat diubah untuk mendapatkan efek yang diinginkan, tergantung pada panjang dan keadaan landasan.

Panjang landasan pacu juga menjadi faktor penting. Bandara seperti Kai Tak yang memiliki kemungkinan crosswinds yang tinggi mengharuskan pesawat untuk menerapkan rem yang kuat untuk berhenti di landasan pacu yang pendek.

Oleh karena itu, kebanyakan pilot saat ini harus mempersiapkan auto braking system sebelum mendarat. Setelah pesawat melambat sampai batas tertentu, pilot akan beralih ke pengereman manual.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

3. Reverse thrust atau pembalik daya dorong

Reverse thrust atau pembalik daya dorong menjadi bagian yang sangat umum dari mesin pesawat modern. Penerapan pembalik daya dorong lebih penting untuk pesawat yang lebih berat. Beberapa pesawat yang lebih kecil seperti BAE 146 masih belum menemukan penggunaan reverse thrust dalam sistemnya.

Ini mungkin ada hubungannya dengan kombinasi sistem pengereman yang kuat dan spoiler yang efektif. Namun, pada pesawat penumpang berat seperti A330, pembalik daya dorong sangatlah penting digunakan.

Cara kerja pembalik daya dorong mudah dipahami dan sangat praktis. Pada mesin turbofan high-bypass modern, lebih dari 90% udara akan dihisap dan dikeluarkan dari mesin. Setelah touchdown, yang harus dilakukan oleh pembalik dorong hanyalah mengubah arah udara.

Alih-alih didorong ke belakang, pembalik membuka bukaan ke samping untuk memungkinkan udara mendorong ke depan. Ini menciptakan 'dorongan berlawanan' dan membantu pesawat berhenti. Berbeda dengan proses pengereman roda, pembalik dorong sebagian besar manual dan diterapkan setelah pesawat mendarat dengan aman.

Ilustrasi

4. Persiapan

Pendaratan pesawat yang aman sangat bergantung pada sistem pengereman, namun tidak sepenuhnya. Agar seorang pilot dapat menghentikan pesawat dengan aman, perhitungan dan persiapan sebelumnya perlu dilakukan. Jika sebuah pesawat mendarat dengan kecepatan yang sangat tinggi, hanya ada sedikit sistem pengereman yang dapat dilakukan.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan:

1. Berat pesawat: Sebelum pesawat lepas landas, pilot harus menyadari berat pendaratan yang diprediksi. Jika pesawat terlalu berat, mungkin tidak dapat berhenti di landasan yang basah atau pendek.

2. Panjang landasan pacu: Pilot harus mengingat jarak pendaratan yang tersedia dan panjang ambang batas untuk melakukan pendaratan yang aman. Flap sering digunakan untuk membuat pesawat mendarat dengan mudah di landasan pacu yang lebih pendek.

3. Pendekatan: Pendekatan adalah aspek yang sama pentingnya. Jika pesawat tidak sejajar dengan landasan pacu atau menghadapi angin kencang, pesawat mungkin tidak berhenti setelah mendarat.

4. Jenis landasan pacu: Landasan pacu basah memerlukan pertimbangan khusus karena pesawat dapat tergelincir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini