Share

Jangan Pakai High Heels saat Naik Pesawat, Ini Sederet Bahayanya!

Ahmad Haidir, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 406 2534721 jangan-pakai-high-heels-saat-naik-pesawat-ini-sederet-bahayanya-yRBxRImQKa.jpg Ilustrasi naik pesawat pakai high heels (iStock via BestLife)

BAGI para penumpang pesawat terbang, sejatinya terdapat sebuah aturan tak tertulis dan tidak resmi terkait pakaian yang sebaiknya dihindari penggunaannya, termasuk dalam hal ini juga sepatu.

Buat kamu para traveler yang merupakan pengguna aktif transportasi udara ini, perlu menghindari memakai jenis sepatu tertentu demi keselamatan pribadi maupun orang lain selama penerbangan.

Hal ini berdasarkan penuturan para pakar industri aviasi tersebut. Lantas sepatu apa sajakah itu? Berikut ulasannya!

1. High Heels

High heels atau sepatu hak tinggi memang terkenal tidak nyaman untuk aktivitas seperti berjalan kaki atau menaiki tangga, tapi itu hanya masalah kecil terkait alasan mengapa kamu sebaiknya menghindari pemakaian sepatu jenis ini.

Baca juga: Syarat Membawa Hewan Kesayangan Naik Pesawat, Jangan Asal Angkut!

"Para ahli menentang pemakaian sepatu hak tinggi di pesawat karena mereka membahayakan keselamatan penumpang," ungkap Michelle Halpern, pakar perjalanan dan editor pendiri Live Like it's the Weekend.

Alasannya adalah, Michelle menyebut bahwa ujung sepatu yang runcing pada bagian tumit itu bisa menusuk tombol tiup yang berguna untuk evakuasi darurat.

"Sepatu hak tinggi praktis merupakan perangkap kematian dalam situasi darurat karena mengurangi waktu reaksi dan membahayakan peralatan keselamatan seperti seluncuran untuk pendaratan darurat," kata Michelle sebagaimana dilansir dari BestLife, Kamis (20/1/2022).

Hal itu juga diperkuat oleh pernyataan Brett Manders, seorang pilot udara internasional dan penulis buku Behind the Flight Deck Door menunjukkan bahwa jika terjadi pendaratan darurat, Anda mungkin benar-benar diminta untuk melepas sepatu hak tinggi Anda karena risiko yang ditimbulkannya.

Selain soal keselamatan penerbangan, menggunakan high heels saat di pesawat sangat beresiko untuk kesehatan kaki anda. Andrea Fischbach, seorang pramugari American Airlines mengatakan kepada Who What Wear bahwa dalam hal alas kaki, dia sangat menyarankan untuk tidak menggunakan sepatu hak tinggi.

Baca juga: Terungkap! Ini 4 Alasan Sulitnya Pilot Mendaratkan Pesawat Kosong

Hal itu untuk membantu mengurangi pembengkakan kaki, yang biasa terjadi selama perjalanan udara karena kaki tidak aktif . Bekuan darah di kaki Anda, atau dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT), dapat terbentuk jika pembengkakan berlebihan berlangsung selama beberapa jam.

"Jika Anda tinggi, sering bepergian, atau dalam penerbangan panjang, ini sangat penting karena Anda menghadapi risiko mengembangkan DVT pada kaki," kata Fischbach.

But wait, anda mungkin bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana dengan pramugari?"

Faktanya memang banyak maskapai penerbangan mengharuskan pramugari untuk memakai sepatu high heels sebagai bagian dari busana nya, namun itu tidak berlaku saat di kabin pesawat.

Selama penerbangan, sebagian besar pramugari justru memakai flat shoes karena masalah keamanan seperti untuk menghindari kesulitan menjaga keseimbangan saat menghadapi turbulensi pesawat.

"Anda memang sering melihat awak kabin mengenakan sepatu hak tinggi, tetapi begitu pesawat terbang, sesungguhnya mereka mengganti alas kaki menjadi sepatu hak rendah atau sepatu datar," ujar pilot Brett Manders menegaskan.

2. Open Toed Shoes atau Sandal

Alas dengan bagian atas kaki terbuka seperto open toed shoes atau sandal juga sebaiknya dihindari pemakaiannya saat anda menaiki pesawat terbang. Hal itu karena pertama, pramugari Fischbach mengatakan bahwa itu agak menjijikkan.

"Hati-hati memakai sandal jika Anda berencana pergi ke toilet. Itu bukan air di lantai (ya, gunakan imajinasimu), dan sandal akan mengundang cairan apa pun untuk terciprat ke kakimu”, jelasnya.

 Ilustrasi

Selain faktor kebersihan, sandal ataupun open toed shoes sangat tidak disarankan untuk dipakai dengan alasan kesehatan dan keselamatan perjalanan profesional.

Hal ini sebagaimana penjelasan Shawn Richards, koordinator ekspedisi di Ultimate Kilimanjaro yang menyebut bahwa sandal tidak direkomendasikan karena Anda bisa menjadi lebih rentan terhadap luka kaki akibat puing-puing jika terjadi keadaan darurat.

“Lalu jika Anda mengenakan sandal atau sepatu berujung terbuka, alas kaki mu bisa saja terbang dalam sebuah situasi darurat dimana itu dapat menyebabkan cedera pada penumpang lain atau menghalangi jalan keluar yang aman dari situasi yang buruk," timpal Phillip Westfall, pakar perjalanan dan direktur pemasaran di Rvezy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini