Share

Takut Sinyal 5G, Banyak Pesawat Pilih Batal Terbang

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 406 2535263 takut-sinyal-5g-banyak-pesawat-pilih-batal-terbang-3XXmABnEK4.jpg Pesawat Boeing 737 Max terparkir di Bandara Grant County, Washington, Amerika Serikat (Seattle Times/Mike Siegel)

MASKAPAI-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia, termasuk maskapai penerbangan jarak jauh Emirates, bergegas membatalkan atau mengubah penerbangan menuju Amerika Serikat, pada Rabu 19 Januari 2022.

Penyebabnya adalah karena perselisihan yang sedang berlangsung tentang peluncuran teknologi ponsel 5G di dekat bandara-bandara Amerika.

Masalah ini tampaknya berdampak pada Boeing 777, pesawat jarak jauh berbadan lebar yang digunakan oleh banyak maskapai dunia. Dua maskapai penerbangan Jepang secara langsung menyebut pesawat itu sangat terpengaruh oleh sinyal 5G saat mereka mengumumkan pembatalan dan perubahan jadwal mereka.

Baca juga: Gawat! Teknologi 5G Disebut Merusak Instrumen Pesawat, Ancam Keselamatan Penerbangan

Emirates yang berbasis di Dubai, maskapai utama untuk perjalanan Timur-Barat, mengumumkan akan menghentikan penerbangan ke Boston, Chicago, Dallas-Fort Worth, Houston, Miami, Newark, New Jersey, Orlando, Florida, San Francisco, dan Seattle karena masalah itu mulai Rabu. Emirates masih akan melanjutkan penerbangan ke Los Angeles, New York dan Washington.

Dalam pengumumannya, Emirates menyebut pembatalan itu diperlukan karena “kekhawatiran operasional terkait dengan rencana peluncuran layanan jaringan seluler 5G di AS di bandara-bandara tertentu.''

''Kami bekerja sama erat dengan produsen-produsen pesawat dan otoritas-otoritas terkait untuk menghindari masalah operasional, dan kami berharap akan melanjutkan layanan ke AS sesegera mungkin,'' kata maskapai milik negara itu.

Uni Emirat Arab berhasil meluncurkan layanan 5G di seluruh bandaranya tanpa insiden. Tetapi di AS, Badan Penerbangan Federal (FAA) khawatir bahwa spektrum C-Band dari 5G dapat mengganggu peralatan penerbangan. Perhatian khusus dalam peluncuran 5G tampaknya adalah Boeing 777, armada utama Emirates.

Baca juga: Jaringan 5G Bisa Ganggu Sistem Keselamatan Penerbangan, Apa Solusinya?

Perusahaan Jepang, All Nippon Airways Co. Ltd. (ANA), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa FAA telah mengindikasikan gelombang radio dari layanan nirkabel 5G dapat mengganggu peralatan altimeter pesawat. Altimeter mengukur seberapa tinggi pesawat di angkasa, dan merupakan bagian penting dari peralatan untuk terbang.

“Boeing telah mengumumkan pembatasan penerbangan pada semua maskapai yang mengoperasikan pesawat Boeing 777, dan kami telah membatalkan atau mengubah pesawat untuk beberapa penerbangan ke atau dari AS berdasarkan pengumuman Boeing itu ,'' kata ANA.

Japan Airlines Co. Ltd. juga mengatakan bahwa mereka telah diberitahu bahwa sinyal 5G “dapat mengganggu perangkat radio altimeter yang dipasang pada Boeing 777''.

"Kami akan menahan diri untuk tidak menggunakan model pesawat ini di jalur kontinental Amerika Serikat sampai kami dapat memastikan keamanannya dan kami menyesal memberitahu Anda bahwa kami akan membatalkan penerbangan yang pesawatnya tidak dapat diganti oleh Boeing 787," kata maskapai itu.

Boeing Co. yang berbasis di Chicago tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Associated Press.

ilustrasi

Air India juga mengumumkan di Twitter akan membatalkan penerbangan ke Chicago, Newark, New York dan San Francisco “karena peluncuran peralatan komunikasi 5G''. Maskapai itu juga mengatakan akan mencoba menggunakan pesawat model lain di rute AS.

Pembatalan-pembatalan dilakukan bahkan setelah operator telepon seluler AT&T dan Verizon menyatakan kan menunda layanan nirkabel baru di dekat beberapa bandara AS yang direncanakan untuk pekan ini.

FAA akan mengizinkan pesawat-pesawat dengan peralatan altimeter yang akurat dan andal beroperasi di sekitar pemancar 5G berdaya tinggi. Tetapi pesawat-pesawat dengan peralatan altimeter yang lebih tua tidak akan diizinkan melakukan pendaratan dalam kondisi visibilitas rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini