Share

Tradisi Pemakaman Suku Ifugao Filipina, Mayat Sudah Dikubur Digali Lagi, Ini 4 Tahapannya

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 23 Januari 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 406 2535863 tradisi-pemakaman-suku-ifugao-filipina-mayat-sudah-dikubur-digali-lagi-ini-4-tahapannya-ZrbALp1Rce.jpg Tradisi pemakaman suku Ifugao, Filipina (classroom.synonym.com)

TRADISI pemakaman sering berbeda di tiap negara. Suku Ifugao di Filipina misalnya. Mereka memiliki ritual khusus yang unik dalam prosesi penguburan jenazah yang dikenal dengan second burial. Apa itu?

Suku Ifugao merupakan penduduk asli Pulau Luzon. Dalam hal pemakaman, mereka punya tradisi second burial alias penguburan kedua, di mana jenazah digali yang sudah dikubur beberapa tahun, kemudian digela kembali lalu tulang-tulangnya dibersihkan dan disimpan di rumah keluarga orang mati.

Baca juga: Uniknya Tradisi Pemakaman Taiwan, Ada Penari Telanjang Buat Hibur Pelayat

Merangkum dari Classroom Synonym, berikut empat tahapan dalam tradisi pemakaman suku Ifugao.

1. Spirits and Death

Ritual pemakaman ini difokuskan untuk menenangkan dewa-dewa yang berbeda. Dalam upacara sebelum penguburan, para peserta upacara menuangkan arak beras ke tanah, simbolik persembahan simbolis kepada roh-roh.

Berikutnya, untuk melindungi roh jenazah di akhirat, tubuh jenazah dibungkus dengan selimut atau pakaian robek untuk memberikan penampilan pakaian compang-camping dan mengusir hantu cemburu yang ingin mencuri pakaian almarhum tersebut.

Keluarga almarhum biasanya juga menggantung tengkorak babi kurban di luar rumah mereka untuk mengusir roh jahat.

Baca juga: Penampakan Prasasti Karang Berahi, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya dari Masa Kejayaannya

2. Wake

Di tahap ini, pemakaman mayat ditunda setidaknya tiga hari setelah kematian untuk masa berkabung dan perayaan untuk menghormati almarhum. Selama sesi wake ini, jenazah diposisikan dalam posisi didudukkan di kursi di luar rumah keluarga.

Seorang kader perempuan ditugaskan untuk berjaga di depan almarhum, menangis dan mengguncang tubuh untuk memastikan orang tersebut sudah benar-benar mati.

Dalam kepercayaan suku Ifugao diyakini bahwa jiwa dan semua tanda kehidupan secara berkala meninggalkan tubuh hanya untuk kembali dalam satu atau dua hari, baru setelah tiga hari, orang yang meninggal tersebut baru menerima bahwa jiwa telah pergi untuk selamanya.

3. Canao

Setelah sesi wake, ada sesi perayaan yang disebut Canao. Semacam gelaran festival pemakaman yang biasanya bisa berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan pesta seremonial yang rumit.

Babi dan ayam disembelih lalu dipanggang untuk menghormati leluhur suku Ifugao. Kemudian dipersembahkan juga tarian ritual yang energik. Semua pesta selebrasi ini terjadi dengan tubuh almarhum diletakkan sebagai center.

Saat perayaan selesai, jenazah tersebut ada di atas tandu oleh anggota keluarga untuk dimakamkan di dekatnya.

Ilustrasi

4. Penguburan kedua

Jenazah sebelumnya sudah dikuburkan di dekat rumah, dibiarkan ada di bawah tanah selama satu sampai dua tahun. Setelah waktunya dirasa cukup untuk pembusukan dan menyisihkan uang yang disimpan untuk upacara, barulah keluarga menggali mayat dan mengadakan ritual "second burial" atau penguburan kedua.

Tulang-tulang jenazah dibersihkan dan disimpan di makam khusus atau bisa juga di rumah untuk dirawat oleh keluarga. Sepanjang tahun keluarga akan membersihkan atau menggosok tulang jenazah anggota keluarga mereka tersebut sebagai usaha untuk menangkal penyakit atau kerusakan supernatural yang disebabkan oleh hantu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini