Share

Waduh! Cerita Pramugari Mengaku Dihukum Jika Berat Badannya Kelebihan

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 406 2536371 waduh-cerita-pramugari-mengaku-dihukum-jika-berat-badannya-kelebihan-66WfmQUBTb.jpg Ilustrasi pramugari (dok Shutterstock)

JAKARTA - Dalam setiap profesi pasti memiliki tuntutannya masing-masing. Baik itu dalam keahlian maupun dalam penampilan.

Melansir Insider, mantan pramugari Emirates membagikan sisi gelap di balik tubuh ramping mereka. Mereka mengaku memiliki salah satu pekerjaan terberat di industri penerbangan. Realitas pekerjaan pramugari jarang ditampilkan di media sosial, kata Maya Dukaric, mantan pramugari.

Wajah Emirates yang glamor sangat penting bagi awak kabin maskapai, Dukaric menambahkan.

"Program Manajemen Penampilan yang dijalankan bertugas memastikan pramugari memenuhi standar penampilan maskapai. Peraturan ini turut mengatur bobot tubuh awak kabinnya," terang Dukaric.

infografis

Baca Juga:

Bicara Soal SDM Pariwisata, Sandiaga Uno: Jadilah Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Pesawat Delay? Traveler Harus Hindari Lakukan Tindakan Ini

Pramugari yang berat badannya kelebihan akan mengikuti program diet dan olahraga. Program ini juga termasuk pertemuan dengan ahli gizi dan ahli diet, kata seorang mantan manajer yang bekerja selama lebih dari 10 tahun. Kasus seperti itu jarang terjadi. Dia memperkirakan bahwa "150 orang dari 25.000" pramugari mengikuti program pada waktu tertentu.

Hukuman untuk pramugari yang terlalu berat badannya

Jika petugas menemukan seseorang yang menaikkan ukuran seragam dalam waktu kurang dari enam bulan, introgasi akan dimulai, tambah mantan manajer itu.

Bayson, karyawan Emirates selama sembilan tahun, mengatakan dia memiliki rekan kerja yang menerima peringatan akibat berat badan. Mereka diberi waktu dua minggu untuk menurunkannya. Mereka juga akan diperiksa kembali setiap dua minggu.

Pemotongan gaji dan kehilangan pekerjaan adalah sanksinya. Duygu Karaman, mantan pramugari Emirates, mengatakan rekan-rekannya dihukum karena masalah berat badan dengan pemotongan gaji. Mantan mitra bisnis SDM juga mengonfirmasi tentang penggunaan hukuman tersebut.

Pramugari yang gagal memenuhi standar penampilan dapat diskors dari terbang. Akibatnya mereka tidak menerima pembayaran terbang. Bagi mereka yang terus-menerus gagal, skenario kasus terbaik adalah "penempatan kembali", atau transfer departemen, kata mitra SDM.

Namun pramugari juga bisa dipecat, kata Dukaric.

"Jika berat Anda tidak turun dalam periode tertentu, Anda bisa kehilangan pekerjaan Anda," kata Dukaric, mengutip pengalaman rekan-rekan yang dia kenal.

"Kamu selalu berada di bawah tekanan karena kamu selalu berpikir kamu harus sempurna," sambungnya.

Tekanan bagi pramugari yang baru melahirkan

Program ini sangat ketat pada ibu yang baru melahirkan. Petugas akan menghukum mereka sampai hasil timbangannya memenuhi target, kata Bayson. Dia sendiri sempat mengalami kecemasan saat hamil pada tahun 2020.

"Ada banyak kekejaman ketika mencoba memenuhi standar itu," kata mantan mitra bisnis HR.

Peraturan ini juga ketat terhadap mereka yang kembali dari cuti hamil. Mantan manajer mengatakan, maskapai memberi 180 hari untuk menurunkan berat badan kehamilan. Kru bahkan menandatangani kontrak sebelum cuti hamil, mengakui persyaratan berat badan setelah kembali.

Tanggapan Maskapai

Emirates menolak mengomentari program penampilan, atau spesifik lainnya dalam cerita ini.

"Kami tidak mengomentari kebijakan atau prosedur internal atau kasus khusus dan rahasia dari karyawan yang ada atau masa lalu," ujar Emirates.

"Sebagai maskapai penerbangan global, kami memperlakukan kesejahteraan karyawan kami dengan prioritas tertinggi, dan kami percaya bugar dan sehat, baik secara fisik maupun mental, adalah aspek penting dalam menjalankan tugas mereka dengan aman dan efektif," kata pernyataan itu.

Maskapai mempertimbangkan berat penumpang dan awak saat menghitung berat keseluruhan pesawat. Henry Harteveldt, analis industri perjalanan di Atmosphere Research, mengatakan Emirates bersaing dengan maskapai penerbangan dari Asia Timur dan Teluk Persia untuk mendapatkan penumpang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini