Share

Beri Komentar Rasis ke Pengemudi Uber, Influencer Australia Minta Maaf

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 406 2536375 beri-komentar-rasis-ke-pengemudi-uber-influencer-australia-minta-maaf-AxHlSZLBWT.jpg Ilustrasi Australia (dok Freepik)

AUSTRALIA - Influencer Australia, Jadé Tunchy telah meminta maaf atas komentar rasis yang dilontarkannya tentang pengemudi Uber Eats.

Dilansir dari Daily Mail (21/1/22), model Instagram Jadé Tuncdoruk meminta maaf atas postingan Facebook yang dianggap rasis. Hal ini berawal ketika ia memosting di Facebook yang berisikan keluhannya kepada Uber Eats tentang 'pengemudi non-Inggris yang mengganggu.

Baca Juga:

Pesawat Delay? Traveler Harus Hindari Lakukan Tindakan Ini

Bicara Soal SDM Pariwisata, Sandiaga Uno: Jadilah Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Dalam unggahan yang muncul kembali dari tahun 2017, wanita berusia 26 tahun itu mengeluh kepada Uber Eats tentang 'pengemudi pengiriman yang tidak bisa berbahasa Inggris'.

"Saya memesan sepanjang waktu dan saya mulai merasa sangat menjengkelkan karena Anda memiliki begitu banyak driver yang tidak bisa berbahasa Inggris. Mereka tidak dapat mengikuti instruksi pengiriman dasar," tulis Jade.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jade membagikan pengalaman buruknya. Dia mengatakan pengemudi tidak membaca instruksi dan tidak mengerti sepatah kata pun saat dia menjelaskan.

Dia melanjutkan, "GPS Anda secara konsisten mengirim pengemudi ke alamat yang salah yang telah saya jelaskan. Pengemudi biasanya akan mengerti, tetapi ketika orang asing mengirimkannya, dibutuhkan dua kali lebih lama bagi saya untuk menerima makanan dingin saya. Aturlah."

Pada hari Jumat, Jadé meminta maaf atas hal tersebut setelah postingannya diunggah oleh halaman Instagram Celeb Spellcheck.

"Saya minta maaf kepada siapa pun yang saya sakiti dengan komentar saya. Saya menganggap diri saya bertanggung jawab atas tindakan saya,' tulisnya.

"Itu tidak memaafkan apa pun, tetapi ketahuilah bahwa saya telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saya selalu melakukan yang terbaik untuk menjadi seseorang yang dapat dilihat orang lain dan saya tahu saya telah mengecewakan orang dan untuk itu saya benar-benar minta maaf," lanjutnya.

Kasus ini diangkat kembali setelah Jade memicu kemarahan publik karena menuntut pengembalian dana dari bisnis penginapan kecil.

Jade memesan penginapan di Meerea Park Estate di NSW tahun lalu untuk Maret 2022 sebagai akomodasi untuk pernikahan mereka. Namun dia dan pasangannya membatalkan pernikahan karena pembatasan COVID.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini