Share

Misteri Makam Ragasemangsang di Tengah Pertigaan Kawasan Purwokerto

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 408 2536398 misteri-makam-ragasemangsang-di-tengah-pertigaan-kawasan-purwokerto-htC3RORWYj.png Makam Ragasemangsang di Purwokerto (dok YouTube/Jurnalis Ngapak)

PURWOKERTO - Sebagai negara yang punya banyak sejarah mistis, Indonesia tak pernah kekurangan lokasi unik yang penuh misteri. Salahsatunya adalah Makam Ragasemangsang, sebuah situs persemayaman yang terletak di tengah pertigaan Kawasan Purwokerto.

Berada di dekat Kantor Kabupaten Banyumas, makam ini terletak persis di tengah pertigaan jalan dan berdiri bagaikan sebuah tugu dengan ukuran 2,5x1,5 meter.

Dengan cat hitam putih dan dilengkapi pintu berwarna kuning berukuran 70cm, makam ini masih kerap didatangi peziarah jika melihat banyaknya bunga segar yang nyaris tak pernah absen..

Pada malam tertentu, makam ini sering didatangi peziarah yang datang dari kalangan masyarakat setempat maupun pengunjung luar kota. Pejabat setempat pun juga diketahui secara berkala mendatangi Makam Ragasemangsang untuk sekadar bersih-bersih dan menghargai leluhur.

infografis

Baca Juga:

Ngeri! Pesawat Boeing 787 Dreamliner Tersambar Petir, Terpaksa Putar Balik ke Bandara

Pesawat Delay? Traveler Harus Hindari Lakukan Tindakan Ini

Hingga kini, tak diketahui kapan tepatnya makam ini dibangun. Menurut mitos setempat, makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir milik seorang prajurit pengikut Pangeran Diponegoro yang sakti dan disegani dalam perjuangan memberantas penjajah.

“Ini makam dari salahsatu prajurit Diponegoro yang cukup memiliki kesaktian sehingga Belanda sangat sulit menaklukkan beliau,” ungkap warga setempat dikutip dari video yang diunggah kanal YouTube RCTI – INFOTAINMENT, Sabtu (22/1/2022).

Berdasarkan kisah legenda, prajurit sakti tanpa nama itu memiliki sebuah ilmu gaib bernama Rawa Rontek. Berkat ilmunya, sang prajurit dikisahkan sulit celaka dan hanya bisa mati ketika kepalanya dipenggal dengan keadaan tubuh tak menyentuh tanah.

Dengan adanya syarat itu, konon katanya prajurit ini akhirnya berhasil terbunuh ketika tubuhnya digantung di sebuah pohon beringin setempat sebelum kepalanya dipenggal dan dikuburkan.

Nama Ragasemangsang, yang secara harfiah memiliki arti ‘Tubuh Tergantung’, pun didapat dari kejadian tersebut.

Meski sudah tak lagi memiliki nisan dan gundukan tanah khas kuburan, Makam Ragasemangsang tetap dibiarkan eksis di pertigaan jalan ini karena adanya sebuah pantangan untuk mengusik makam tersebut.

Mitosnya, bila makam ini dibongkar atau dipindahkan, maka akan timbul malapetaka yang berujung kematian tragis.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini