Share

Sandiaga Uno Ungkap Cara Dongkrak Kunjungan Wisata di Rest Area, Seperti Apa?

Antara, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 406 2536655 sandiaga-uno-ungkap-cara-dongkrak-kunjungan-wisata-di-rest-area-seperti-apa-9QhUgmfsG3.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan salah satu cara meningkatkan kunjungan wisata berkualitas ke rest area. Caranya ialah dengan memberikan diferensiasi produk.

“Kalau ada beberapa produk yang berbeda satu sama lain, keunikan ini akan meningkatkan bukan hanya pengalaman, tapi kenangan. Nantinya rest area ini akan selalu menjadi buah bibir,” ungkap Sandi saat ditemui di Rest Area 229B Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Ia pun mengupayakan agar para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) setempat dapat menciptakan diferensiasi antar 30 kios yang berada di Rest Area 229B. Selain itu dia menawarkan para pelaku ekraf diberikan pelatihan melalui Program Bedah Desain Kuliner Nusantara (BEDAKAN).

Baca juga: Bicara Soal SDM Pariwisata, Sandiaga Uno: Jadilah Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Biasanya, masyarakat mendatangi tempat peristirahatan hanya untuk istirahat, pergi ke toilet, salat, dan makan.

Padahal, lanjut Menparekraf, tempat peristirahatan dapat menyediakan produk-produk ekraf kerajinan khas setempat seperti peralatan salat dan sarung gaya Cirebon.

Selain mengembangkan berbagai produk ekraf untuk meningkatkan kunjungan wisata, menurut Sandi, dapat pula dengan menggelar seni budaya, seni pertunjukan, musik, dan bioskop rakyat.

“Kita bisa dorong kebangkitan inovasi sehingga lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi para pelaku ekraf,” terang mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Pengelola Rest Area 229B Teguh Pribadi menyatakan bahwa terdapat 18 persen pengunjung datang ke tempat peristirahatan tersebut dari 31 ribu kendaraan yang berlalu-lalang di Tol Kanci-Pejagan. Karena itu ia berharap agar ada peningkatan kunjungan menjadi 25 persen.

“Kebanyakan dari pengunjung rest area tersebut tidak membeli berbagai produk kreatif karena hantaman pandemi Covid-19 yang melemahkan daya beli masyarakat. Mereka hanya menumpang beristirahat dengan membawa tikar dan makanan sendiri,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini