Share

Travel Bubble Kepri-Singapura Dibuka, Ini Syarat Masuk Turis

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 406 2536923 travel-bubble-kepri-singapura-dibuka-ini-syarat-masuk-turis-1rnTatypug.jpeg Wisatawan di Bandara Hang Nadim, Batam (Kemenparekraf)

PEMERINTAH melakukan uji coba gelembung perjalanan atau travel bubble antara kawasan Nongsa Sensation, Batam, dan Lagoi Bintan Resort, Kepulauan Riau dengan Singapura, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Melalui skema travel bubble yang diuji coba mulai, Senin (24/1/2022), Kepri siap menerima wisatawan dari Singapura dengan jumlah terbatas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap langkah ini bisa mempercepat kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk masyarakat setempat.

 Baca juga: Setahun Dipersiapkan, Sandiaga Uno: Travel Bubble Batam Bintan - Singapura Buka 24 Januari

"Safe travel bubble Kepri sudah kita siapkan satu tahun lebih bersama Gubernur. Saat ini kami sampaikan bahwa Lagoi dan Nongsa sudah siap sebagai bubble zone untuk wisatawan Singapura," kata Sandiaga seperti dikutip akun Instagram resmi Kemenparekraf.

 

Melalui skema perjalanan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 3 Tahun 2022, kawasan Nongsa Sensation di Batam akan dibuka dengan pintu masuk melalui Terminal Feri Internasional Nongsapura.

Sedangkan kawasan Lagoi Bintan Resort, Bintan, dibuka dengan pintu masuk melalui terminal Feri Bandar Bintan Telani.

 Baca juga: Perjalanan VTL Malaysia-Singapura Kembali Dibuka, Tes Antigen Tetap Jadi Syarat Utama

Kedua kawasan ini dinilai sudah siap untuk mengakomodasi kebijakan travel bubble karena telah menerapkan protokol kesehatan CHSE dengan baik dan memiliki sumber daya manusia yang terlatih.

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa travel bubble Kepri dan Singapura dibuka untuk mendorong kegiatan pariwisata sesuai protokol kesehatan sudah dikeluarkan Satgas COVID-19.

Syarat masuk turis di kawasan tersebut adalah harus sudah divaksin dua kali, hasil negatif PCR dengan sampel 3x24 jam, punya visa kecuali WNA Singapura, dan dimonitor kepemilikan asuransi dengan nilai 30.000 Dollar Singapura.

Tiap warga yang melakukan mobilitas dari jalur travel bubble, lanjut Airlangga, juga harus memiliki Aplikasi PeduliLindungi dan Blue Pass.

Travel bubble sendiri bertujuan untuk menciptakan kunjungan aman baik bagi wisatawan mancanegara maupun kawasan yang dikunjungi. Karenanya, sumber daya manusia menjadi kunci untuk menyukseskan skema travel bubble.

 Ilustrasi

Untuk itu, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP) untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai upaya mempercepat kebangkitan ekonomi Kepulauan Riau dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Lulusan dari BTP ini diharapkan dapat ikut terlibat dalam pengelolaan Sebanyak 1.200 kamar hotel yang telah dibangun di Bintan. Penerapan travel bubble ini diharapkan dapat menjadi kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu dalam membangkitkan sektor parekraf di Kepulauan Riau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini