Share

Mengenal Pasukan Merah Dayak, Tersohor Sebagai Pasukan Elite

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 406 2537326 mengenal-pasukan-merah-dayak-tersohor-sebagai-pasukan-elite-FITG1S4epx.jpg Pasukan Merah Dayak di Pontianak, Kalimantan Barat (dok ANTARA FOTO/JESICA HELENA)

KALIMANTAN - Pasukan Merah Dayak baru-baru ini menuai perhatian atas ketegasannya membela tanah Kalimantan. Hal tersebut terjadi setelah pernyataan kontroversional Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempatnya jin buang anak.

Pernyataan Edy Mulyadi itu membuat warga setempat yang dipimpin oleh Pasukan Merah Dayak merasa geram, hingga meminta Kapolda Kalimantan dan Kapolri agar menindak tegas perbuatan yang bersifat rasis tersebut.

Lantaran keberaniannya, Pasukan Merah Dayak banyak mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun sebenarnya, seperti apa sosok Pasukan Merah Dayak?

Berikut beberapa faktanya dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Pasukan Elite Suku Dayak

Pasukan merah tersohor sebagai salah satu pasukan elite yang mendiami Suku Dayak. Bahkan, tepat di Kalimantan Tengah sudah berdiri Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR).

Pasukan yang baru terbentuk ini mendapat banyak antusias dari warga setempat, hingga keanggotaannya mencapai lebih dari 15.000 ribu orang. Mereka merupakan pemuda Dayak yang setia kepada Pancasila dan NKRI, serta antiradikalisme.

Selama ini masih banyak masyarakat yang salah kaprah dan tidak paham dengan Pasukan Merah di pelosok Borneo ini. Padahal, TBBR merupakan salah satu organisasi suku Dayak yang memiliki struktur dari Ketua DPP hingga pengurus di tingkat kecamatan.

infografis

Baca Juga:

Capek Disensor Melulu, Nama Desa Ini Akhirnya Diganti

Tari Sanghyang, Budaya Warisan Leluhur Bali yang Kembali Dihidupkan karena Diakui UNESCO

2. Peran Utama Membela Masyarakat

Peranan utama Pasukan Merah adalah membela hak masyarakat adat serta mempertahankan adat istiadat yang mulai tergerus zaman. Organisasi itu juga memiliki kemampuan berhubungan dengan leluhur suku Dayak yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

”Salah satu fokus kami adalah bagaimana adat budaya suku bangsa orang Dayak tetap dipertahankan dan dilestarikan. Maka, kami ingin banyak pemuda agar peduli terhadap warisan. Mereka dapat menggali kembali kebudayaan dan asal-usul orang Dayak,” penjelasan Ketua Pasukan Merah TBBR Kalteng Agus Sanang.

3. Cara Bergabung

Tahapan bergabung menjadi anggota Pasukan Merah tak langsung bisa diterima. Terdapat persyaratan umur, kesiapan, dan kesanggupan melaksanakan peraturan organisasi serta pantangannya. Selain peraturan organisasi, mereka juga menekankan agar kemampuan sebagai Pasukan Merah tidak disalahgunakan.

"Dilarang mengonsumsi atau terlibat jaringan narkotika, tidak mengonsumsi minuman keras yang sifatnya merusak jasmani maupun rohani," jelas Agus terkait pantangan yang harus ditaati.

Selain itu, ada hal lain berkaitan dengan kemampuan magis mereka. Sejumlah daging hewan, seperti menjangan, sapi, kerbau, ular, dan anjing menjadi pantangan wajib.

4. Ritual Mandi Wajib

Usai resmi terdaftar, calon anggota akan mengikuti ritual pembersihan. Mereka akan dimandikan pengurus yang memang memiliki kemampuan di bidang spiritual, kerap disebut Mangku dan Ulu Balang.

Ritual mandi itu memiliki makna, yakni agar yang bersangkutan betul-betul bersih dari berbagai hal sebelum bergabung menjadi Pasukan Merah. Ritual pemandian dilakukan di hutan belantara, biasanya berada di tempat yang dikeramatkan dan dianggap angker.

”Artinya, kalau mereka sudah dimandikan, akan bebas dari pengaruh negatif. Ibarat, jiwa dan raga mereka sudah bersih. TBBR bukan memandikan orang untuk memberikan dan menurunkan ilmu. Namun, sebagai simbol membersihkan mereka yang akan bergabung dalam Pasukan Merah."

Anggota Pasukan Merah TBBR kebanyakan memiliki kelebihan dan kekuatan magis, seperti kekuatan dan kekebalan. Mereka mendapatkan kekuatan dan kekebalan itu tidak sembarangan. Kekuatan tersebut dipercaya dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta leluhur Suku Dayak yang dipercaya masih hidup, namun kasat mata.

5. Organisasi Cinta Damai

Sangat diharapkan, agar anggota yang memiliki kekuatan tidak menyalahgunakannya. Sebab, kekuatan itu bisa hilang karena mengingkari janji sebagai pasukan TBBR yang rendah hati, tidak mudah emosi, dan selalu berpihak kepada yang benar.

”Salah satu ajaran di Pasukan Merah TBBR ini adalah ilmu padi. Semakin berisi, maka semakin merunduk,” jelas Agus.

Sebagai organisasi yang besar, pihaknya selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Namun, ada hal-hal tertentu yang tidak bisa mereka musyawarahkan.

Pasukan Merah TBBR dengan kekuatan puluhan ribu orang harus patuh dan tunduk kepada pemimpin dan selalu siap melakukan apa pun untuk kepentingan harkat dan martabat Suku Dayak.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini