Share

Cegah Penyebaran Omicron, Perayaan dan Bazar Cap Go Meh di Padang Dibatalkan

Antara, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 406 2537344 cegah-penyebaran-omicron-perayaan-dan-bazar-cap-go-meh-di-padang-dibatalkan-wXCTL2xMfx.jpg Festival Cap Go Meh di Padang Tahun 2019 (dok ANTARA)

SUMATERA BARAT - Pemerintah Sumatera Barat menginformasikan pembatalan kegiatan Perayaan Cap Go Meh di Kota Padang yang menjadi agenda pariwisata pertama pada 2022. Keputusan itu diambil demi mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron di Sumatera Barat.

"Informasi terakhir perayaan ini memang dibatalkan sebagai langkah antisipasi penyebaran varian Omicron. Kita hormati kebijakan yang diambil penyelenggara ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial di Padang.

Perayaan Cap Go Meh Bazaar Imlek rencananya mulai dilaksanakan pada 28 Januari 2022. Kegiatan itu merupakan program pertama yang digelar di Sumatera Barat pada 2022.

infografis

Baca Juga:

Mengenal Pasukan Merah Dayak, Tersohor Sebagai Pasukan Elite

Puluhan Penyu Mati Mendadak, Diduga Diracun Warga karena Alasan Ini

Selain Cap Go Meh, pada Januari 2022 dijadwalkan sejumlah kegiatan, di antaranya Pentas Seni Anak Nagari Kabupaten Sijunjung, Pasar Van Der Capellen Kabupaten Tanah Datar dan Pacu Jawi Kota Payakumbuh.

Menurut Novrial, pada 2021 sebenarnya sebagian agenda pariwisata sudah mulai digelar di Sumbar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Ada juga yang digelar secara daring.

Tahun ini, kata Novrial, diharapkan agenda pariwisata akan bisa dilaksanakan lebih leluasa.

"Event (kegiatan) adalah salah satu tonggak pariwisata. Karena itu, pelaksanaannya meski secara daring penting untuk dilakukan untuk menjaga posisi Sumbar sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia," ujarnya.

Novrial mengatakan program pariwisata Sumbar 2022 akan mengacu dan mempertimbangkan instruksi Mendagri dan izin dari Satgas Covid-19 masing-masing daerah pelaksanaan acara. Termasuk mempertimbangkan kondisi penularan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

"Meski kita berharap semua event yang telah masuk kalender 'event' 2022 bisa terlaksana, tetapi kita akan tetap mengacu kepada aturan yang ada," kata Novrial.

Ketua Bidang Operasional Himpunan Tjinta Teman (HTT) Albert Indra Lukman mengatakan sejak awal penyelenggara sudah merencanakan perayaan tersebut. Namun karena adanya perkembangan kasus varian Omicron, kegiatan itu dikhawatirkan menjadi klaster penularan virus.

"Karena itu penyelenggaraan mengambil kebijakan untuk membatalkan perayaan Cap Go Meh yang melibatkan massa dalam kegiatan seperti peragaan, atraksi, pasar murah di ruang terbuka," ujarnya sambil menambahkan bahwa kegiatan Imlek yang sifatnya spiritual tetap dilaksanakan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini