Share

Bebas Berwisata, Penonton MotoGP Mandalika 2022 Tak Kena Travel Bubble

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 406 2537702 bebas-berwisata-penonton-motogp-mandalika-2022-tak-kena-travel-bubble-3J95zydFue.jpg Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB (Instagram @motogp.mandalika)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa kejuaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Pulau Lombok, Nusa Tenggara (NTB) tetap akan berjalan sesuai jadwal yakni 18-20 Maret 2022. Karena masih pandemi COVID-19 dan ancaman varian Omicron, maka protokol kesehatan  diterapkan secara ketat dan disiplin.

“Di tengah Omicron saya ingin menyampaikan the show must go on. Kita menyiapkan dan menerapkan travel bubble dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap pembalap, kru, ofisial termasuk petugas-petugas yang terlibat pada MotoGP,” kata Sandiaga Uno dikutip dari siaran pers, Selasa (25/1/2022).

 Baca juga: MotoGP Mandalika 2022 Terancam Batal, Sandiaga: Indonesia Tak Terima Diancam

Menurutnya, Nusa Tenggara Barat sudah siap sebagai tuan rumah MotoGP Mandalika 2022. “Capaian vaksin dosis 1 mencapai 100 persen dan dosis 2 di atas 70 persen. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi potensi penyebaran varian baru termasuk Omicron,” ujarnya.

Sandiaga menjelaskan, konsep travel bubble yang akan diterapkan untuk kru, ofisial, pembalap, serta para panitia yang terlibat dalam MotoGP ini kurang lebih sama dengan travel bubble yang sedang diujicobakan untuk wisatawan mancanegara Singapura ke Indonesia.

 

Artinya, mereka harus melakukan tes-PCR sebelum keberangkatan dan saat ketibaan. Mereka juga hanya boleh berkegiatan di gelembung Mandalika.

Sementara untuk para penonton, kata Sandiaga, tidak dikenakan travel bubble, karena diprediksi sebanyak 90 persen penonton yang datang adalah wisatawan nusantara.

 Baca juga: Ingin Nonton MotoGP Mandalika? Cek Dulu Rekomendasi Tempat Menginap di Lombok

“Nanti teknisnya mereka tetap menggunakan surat edaran yang diterbitkan bahwa berkegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Jadi untuk penonton, mereka bebas berwisata di sekitar NTB. Namun tidak untuk para pembalap, kru, dan teknisi serta para panitia yang menggunakan sistem travel bubble,” jelasnya.

Untuk skema karantina sendiri, sambung dia, akan disesuaikan dengan situasi pandemi terkini. “Tapi kami harapkan dengan jumlah penonton yang 100 ribu, dengan data-data yang segera masuk dari penyelenggara, kita bisa menetapkan travel bubble seperti apa dengan prioritas penanganan pandemi agar MotoGP tidak menjadi pemicu dari kasus Covid-19,” kata Sandiaga.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini