Share

Beruang Kutub 'Kuasai' Pulau Telantar di Rusia yang 3 Dekade Ditinggal Penghuninya

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 406 2537820 beruang-kutub-kuasai-pulau-telantar-di-rusia-yang-3-dekade-ditinggal-penghuninya-uX554vjHtH.JPG Beruang kutub kuasai pulau telantar di Rusia (Foto: Instagram/@DmitryKokh)

SEBUAH pulau di Rusia memiliki penduduk yang tak biasa. Pulau telantar itu tidak lagi ditinggali oleh manusia, melainkan beruang kutub.

Fotografer Rusia, Dmitry Kokh menceritakan penemuannya pada September tahun lalu. Kokh berlayar 2.000 kilometer melintasi Laut Chukchi.

Awalnya, Kokh berencana untuk memotret Pulau Wrangel, yang terkenal dengan populasi beruangnya. Namun, dia menemukan beruang besar di lokasi yang jauh lebih kecil kemungkinannya.

"Alam selalu mengirim Anda ke tempat yang tidak Anda harapkan," kata Kokh tentang penemuan itu, dilansir dari NZ Herald.

"Ketika kami melewati Pulau Kolyuchin, kami melihat beberapa gerakan di jendela jendela yang ditinggalkan di sana dan ketika kami mendekat, itu adalah beruang!"

Bangunan-bangunan itu dibangun pada 1930-an dan ditinggalkan pada 1990-an. Kokh mengatakan ini adalah pertama kalinya penduduk yang tidak biasa terlihat. Dia menggambarkan pengalaman ini sebagai 'sekali seumur hidup'.

"Beruang kutub adalah hewan yang cukup penasaran," tulisnya di postingan Instagram yang menampilkan salah satu gambar.

"Bisa bagus untuk fotografer atau tidak, tergantung situasinya," tambahnya.

Kokh memotret serangkaian gambar di sana. Salah satu karyanya memenangkan penghargaan National Geographic untuk 'Gambar Satwa Liar Terbaik di Lingkungan Antropogenik' dalam kontes fotografi Rusia tahun 2021.

Beruang tampak bingung tentang keadaan rumah baru mereka, sementara Kokh merasa kecewa dengan kondisi garis pantai. Tempat itu telah menjadi tempat pembuangan sampah.

"Ada sekitar 12 juta barel bahan bakar yang terbengkalai tersebar di sepanjang pantai," tulis Kohn baru-baru ini di media sosial.

"Di masa Soviet mereka membawa barel. Setelah bahan bakar digunakan, mereka membuang barel di mana-mana. Ditambah desa-desa yang ditinggalkan, sampah konstruksi, dan sebagainya. Dan sekarang terlalu mahal untuk membersihkan semuanya," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini