Share

Kapal Pesiar Diminta Minggir ke Daratan Gara-Gara Utang Bensin Rp17 Miliar

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 406 2537972 kapal-pesiar-diminta-minggir-ke-daratan-gara-gara-utang-bensin-rp17-miliar-jOPNbxnDEo.jpg Ilustrasi Kapal Pesiar (dok Freepik)

KAPAL Pesiar  dialihkan pelayarannya karena belum membayar uang bakar. Padahal mereka membawa ratusan penumpang di dalamnya.

Melansir Fox News, kapal pesiar dari Miami tujuan Bahama dilaporkan setelah mereka tak mematuhi surat perintah pembayaran bahan bakar senilai USD 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar).

Kapal pesiar mewah, Crystal Symphony dijadwalkan berlabuh di Miami pada Sabtu setelah dua minggu singgah di Karibia. Sayangnya, rute dialihkan ke Bahama dengan sekitar 300 penumpang dan 400 awaknya setelah pengadilan AS mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Kapal tersebut dioperasikan oleh Genting Hong Kong Ltd yang mengalami kesulitan keuangan sejak pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perjalanan.

infografis

Peninsula Petroleum Far East mengajukan gugatan di AS untuk memulihkan USD 4,6 juta dalam biaya yang belum dibayar untuk bahan bakar tiga kapal berbeda yang dimiliki oleh Genting, termasuk USD 1,2 juta dari Crystal Symphony.

Akibatnya, pelayaran ditangguhkan hingga April. Tentu saja kabar ini membuat para penumpang berebut untuk menjadwalkan ulang pelayaran mereka yang tertunda di Bahama.

Syukurnya, tidak ada kepanikan berarti atau amukan yang terjadi karena kabar ini.

Pihak kapal pesiar lantas buka suara terkait peristiwa ini.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit tetapi keputusan yang bijaksana mengingat lingkungan bisnis saat ini dan perkembangan terakhir dengan perusahaan induk kami, Genting Hong Kong," kata Jack Anderson, Presiden Crystal.

Genting Hong Kong pada hari Rabu lalu mengajukan ke Mahkamah Agung Bermuda untuk menunjuk likuidator sementara setelah menggunakan segala cara untuk bernegosiasi dengan kreditur.

Perusahaan melaporkan pada bulan Mei 2020 bahwa mereka kehilangan USD1,7 miliar karena pandemi dan penguncian (lockdown) terus mempengaruhi industri perjalanan.

Kapal pesiar dikabarkan merapat di Bimini menjelang tengah malam waktu setempat pada Sabtu. Penumpang pun akan dipindahkan ke Fort Lauderdale dari Bahama.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini