Share

Jangan Nekat Tidur saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat, Ini Sederet Bahayanya

Riyandy Aristyo, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 406 2538010 jangan-nekat-tidur-saat-pesawat-lepas-landas-dan-mendarat-ini-sederet-bahayanya-KzaqNVxuxC.jpg Ilustrasi pesawat (dok Freepik)

JAKARTA - Tidur merupakan kegiatan yang dilarang saat pesawat terbang lepas landas dan mendarat. Jika dilakukan, hal tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada telinga.

Melansir Reader Digest, ahli obat-obatan dan makanan asal Inggris, Angel Chalmers mengatakan, saat pesawat hendak mendarat atau lepas landas, sebaiknya jangan tertidur dan tidak menurunkan sandaran tangan.

"Perubahan cepat pada ketinggian memengaruhi tekanan udara di telinga. Ini menyebabkan kekosongan pada tabung Eustachian yang membuat telinga merasa tersumbat dan mengurangi pendengaran," katanya.

infografis

Menurut Chalmers, penumpang yang tidur saat lepas landas maupun mendarat juga bisa mengalami berbagai masalah seperti pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, hingga kehilangan pendengaran.

Hal ini berhubungan dengan tekanan udara di kabin yang berubah secara cepat dan mendadak.

"Jika terbangun, respons alami yang dilakukan untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga selama lepas landas maupun mendarat adalah memencet telinga. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan," ujarnya.

Seperti diketahui, pesawat memiliki kecepatan lepas landas dan mendarat pada 135 sampai 155 knot (atau sekitar 250 sampai 287 km/jam).

Artinya, jika sandaran tangan tidak diposisi standar, maka ada potensi sandaran tersebut bisa terlempar dengan kecepatan yang sama ketika pesawat mendadak berhenti saat mendarat.

"Bayangkan jika sandaran tangan bisa membentur tubuh dengan kekuatan seolah-olah sedang melaju dengan kecepatan Iebih dari 135 knot," kata Chalmers.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini