Share

Hambat Travel Bubble, Kepri Minta Warga Singapura ke Bintan-Batam Bebas Visa

Antara, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538435 hambat-travel-bubble-kepri-minta-warga-singapura-ke-bintan-batam-bebas-visa-lkd0PQK89X.JPG Wisatawan asal Singapura (Foto: AFP)

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) meminta pemerintah memberlakukan kembali kebijakan khusus berupa bebas visa bagi warga Singapura yang berkunjung ke kawasan wisata di Lagoi, Kabupaten Bintan dan Nongsa, Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar berujar bahwa pelaksanaan travel bubble atau gelembung perjalanan wisata menjadi terhambat karena warga Singapura yang ingin berlibur ke Bintan dan Batam wajib mengantongi visa kunjungan.

"Kami tidak meminta warga negara lainnya diperlakukan sama, cukup warga Singapura saja sehingga mereka tertarik mengunjungi kawasan wisata di Lagoi dan Nongsa," kata Buralimar.

Warga Singapura sebelum tahun 2020, kata dia, mendapat fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia. Hal itu yang menyebabkan jutaan orang wisatawan asal Singapura berkunjung ke Kepri dalam setiap tahun.

"Saat itu ada sekitar 160 negara, satu di antaranya Singapura yang mendapatkan fasilitas itu," ujarnya.

Infografis Kuliner Batam

Ia menerangkan, keinginan Pemprov Kepri sudah disampaikan kepada Kementerian Hukum dan HAM. Namun sampai sekarang Pemprov Kepri masih menunggu keputusan dari kementerian tersebut, meski sudah disepakati sebelum travel bubble dibuka Kemenparekraf.

"Sudah, sudah disepakati Kemenkumham untuk menghapus syarat (visa) bagi warga Singapura yang berkunjung ke Batam dan Bintan. Kami berharap syarat itu segera dihapus," jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, hambatan lainnya dalam pelaksanaan gelembung perjalanan pariwisata yakni tes usap dengan metode PCR bagi wisatawan Singapura yang berkunjung ke kawasan pariwisata di Nongsa, Batam dan Lagoi, Bintan. Tes PCR dilaksanakan saat wisman itu tiba di pelabuhan.

Hasil tes PCR berlaku hanya tiga hari. Jika mereka berlibur lebih dari tiga hari, maka wajib tes PCR kembali. Mungkin syarat itu yang menjadi pertimbangan wisatawan Singapura yang agak memberatkan untuk berlibur ke Bintan dan Batam.

Wisman ketika tiba di kawasan wisata di Nongsa dan Lagoi tidak akan merasakan sedang dikarantina karena berada di ruang terbuka sambil menikmati keindahan pantai dan suasana yang nyaman.

"Tetapi (kebijakan) itu kita jalani saja. Nanti kan akan dievaluasi pelaksanaan travel bubble. Jika berhasil, potensial akses warga Singapura ke Karimun dan Tanjungpinang juga dibuka dengan kebijakan khusus, seperti jalur khusus bagi wisatawan yang sudah divaksin sehingga tidak perlu lagi dites PCR," ujar Buralimar.

Dirinya mengajak seluruh asosiasi pariwisata mendukung pelaksanaan travel bubble. Kebijakan nasional itu yang berlaku di Batam dan Bintan merupakan implementasi dari aspirasi berbagai pihak yang berhubungan dengan sektor pariwisata.

"Kita jalani dulu kebijakan ini, kemudian kita evaluasi. Mudah-mudahan berhasil," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini