Share

Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret, Sandiaga Uno: Prokes Harus Makin Disiplin

Antara, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538441 puncak-omicron-diprediksi-februari-maret-sandiaga-uno-prokes-harus-makin-disiplin-xPja876VqV.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meminta tempat rekreasi di DKI Jakarta dapat mengantisipasi lonjakan Omicron. Tujuannya agar tetap menggeliatkan pariwisata di Ibu Kota negara itu.

Sandi menjelaskan, meningkatnya temuan kasus Omicron tersebut harus diikuti dengan peningkatan protokol kesehatan.

Kasus varian Omicron di Jakarta per Selasa, 25 Januari 2022 tercatat sebanyak 1.697 kasus terdiri dari 1.166 kasus pelaku perjalanan luar negeri dan 531 kasus transmisi lokal.

"Sangat berdampak, namun kita harus sanggup dengan protokol kesehatan. Jadi, kita ingin melihat prokes semakin disiplin," katanya.

Infografis Wisata Populer Indonesia

Menurut Sandiaga, saat ini sejumlah tempat rekreasi di DKI, seperti Ancol yang telah melakukan berbagai inovasi lewat teknologi guna menggeliatkan pariwisata di tengah pandemi.

"Sehingga mudah-mudahan kita bisa melalui puncak Omicron yang diperkirakan pada pertengahan Februari sampai awal Maret," ujarnya.

Di sisi lain, Sandi menyambut baik sejumlah program Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia yang dinilai membuka lapangan kerja baru pada saat pandemi.

Oleh karena itu pemerintah, lanjutnya, akan memastikan program itu tepat sasaran, manfaat dan tepat waktu agar kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) segera bangkit kembali.

"Kita pahami kebutuhannya (masyarakat) adalah salah satunya untuk berekreasi secara prokes yang ketat dan disiplin dengan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia, Hans Manansang berharap pihaknya dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah guna mendukung keberlanjutan taman wisata.

"Sehingga menjadi tujuan utama, tidak harus ke luar negeri, Indonesia juga bisa bertamasya," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini