Share

Fosil Naga Laut 90 Juta Tahun Rapuh seperti Biskuit, Ternyata Begini Caranya Diangkat

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538464 fosil-naga-laut-90-juta-tahun-rapuh-seperti-biskuit-ternyata-begini-caranya-diangkat-680DNg0lL4.JPG Fosil naga laut berusia 90 juta tahun (Foto: BBC/Anglian Water)

FOSIL purba seekor 'naga laut' ditemukan di daerah Rutland, Inggris. Kerangka Ichthyosaurus - reptil laut di zaman dinosaurus terbesar dan terlengkap itu memukau publik belum lama ini setelah diumumkan secara resmi.

Temuan, yang proses pengangkatannya berawal dari Februari tahun lalu itu menuai pujian dan disebut sebagai salah satu temuan paling besar dalam sejarah paleontologi di negeri Britania.

Ichthyosaurus menduduki rantai makan tertinggi di lautan pada periode Jurassic. Namun, seperti dijelaskan konservator Nigel Larkin, melestarikan sisa-sisa fosil sepanjang 10 meter, harus berhadapan untuk mengatasi rintangan dari manusia dan alam.

"Karena daerah ini adalah cagar alam bagi burung, kami menghabiskan sebagian besar tahap pertama dengan menyekop kotoran burung," ungkap Larkin melansir BBC.

"Tiga pekan pertama itu adalah waktu yang sangat menantang. Kami harus melindungi peralatan dan menggunakan sarung tangan tanpa henti," tuturnya.

Pengangkatan Fosil Naga Laut
(Foto: BBC/Emma Nicholl)

Tulang pertama ditemukan di atas lumpur dan air dingin pada Februari 2021. Pengerjaan proyek ini dilakukan secara rahasia. Tempat pengamatan burung terdekat ditutup sebagai langkah pencegahan, karena adanya ancaman lain.

"Kami tahu, ketika orang-orang mendengar pembongkaran fosil ini, ada kemungkinan bakalan diserbu. Orang-orang tak bermoral mungkin akan berburu bagian fosil ini, dan berpotensi menjualnya secara online. Sederhananya, kami tidak bisa mempublikasikan penemuan ini sebelum mengeluarkan fosil tersebut dari tanah," paparnya.

Begitu pekerjaan membersihkan fosil berusia 180 juta tahun itu berlangsung, segalanya menjadi kkian rumit. "Tulang belulang ini sudah seperti biskuit. Anda tak bisa mengambilnya dan memindahkannya begitu saja, ini terlalu rapuh, khususnya untuk sejumlah tulang yang besar," sebut Larkin.

"Jika tulang-tulang ini sudah menjadi fosil dengan sempurna dan berubah menjadi batu, maka akan lebih sulit untuk digali, tapi ini memerlihatkan integritas struktrural masing-masing potongan," lanjutnya.

Larkin menambahkan, untuk melindungi tulang belulang dan semua bagian yang penting terkait dari seluruh rangkaian kerangka, akhirnya diputuskan untuk mengangkatnya dengan cara melapisinya dengan perban yang dilapisi dengan gipsum.

Perban yang dilapisi gipsum tidak layak digunakan pada pertama kali karena cuaca di Agustus 2021. Namun, ini lebih sulit dari yang dibayangkan.

"Kami menggali di bulan Agustus (2021). Kami memperkirakan masalahnya adalah sengatan dan terik matahari. Ternyata cuacanya dingin, dan kami mengikuti arah angin, dari genangan air yang sangat besar.

Fosil Naga Laut

(Foto: BBC/Nigel Larkin)

"Saat itu dingin sekali, sehingga pada awalnya bahan gipsum tak bisa dipasang. Untungnya, kami dapat mengeringkannya beberapa hari dan perban pelindungnya tetap digunakan," tuturnya.

Dua bagian paling besar, kepala dan tubuh, beratnya satu ton dan satu setengah ton, dan harus dipindahkan menggunakan mesin. Kerangka ini dibawa ke sebuah gudang di Shropshire, di mana Larkin akan mengungkap lebih jauh rahasia dari Ichthyosaurus itu.

"Tahap pertama adalah pengangkatan fosil. Tahap kedua mempelajari ratusan spesimen lainnya, yang kami temukan di sekitar situs, dan juga membuka dan membersihkan beberapa bagian kerangka yang lebih kecil. Ini akan memberikan kami gagasan yang lebih baik untuk melanjutkan ke tahap ketiga, yakni guna mengungkap fosil sepenuhnya," sebut Larkin.

"Panjangnya 10 meter, tapi akan dibersihkan dan diawetkan dengan pengamatan menggunakan mikroskop - di bagian atas dan bawah - jadi ini bukan usaha yang kecil," katanya lagi.

Selama pekerjaan ini berlangsung, sambung Larkin, pihaknya akan menguji kerangka secara pathologi, dan mempelajari isi dari perutnya. Lokasi permanennya akan membutuhkan area cukup besar, mungkin lebih dari sekadar sebuah ruangan.

"Ini mungkin membutuhkan ruang tambahan dari sebuah bangunan," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini