Share

Turis Prancis Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Menerbangkan Drone

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538558 turis-prancis-dihukum-8-tahun-penjara-karena-menerbangkan-drone-8qDBxoo3ZL.jpg Ilustrasi traveling (dok Freepik)

TURIS Prancis divonis hukuman delapan tahun di penjara Iran karena menerbangkan drone. Dia ditangkap dan didakwa atas tuduhan mata-mata.

Melansir news.com.au, Benjamin Briere, 36, ditangkap pada Mei 2020 setelah mengambil gambar di taman nasional dekat perbatasan Iran-Turkmenistan dengan drone.

Minggu ini, Briere dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan diberikan hukuman tambahan delapan bulan untuk propaganda melawan sistem Islam Iran, menurut pangacara Philippe Valent dalam sebuah pernyataan.

Keluarga Briere dan pengacaranya menuduh Iran menahannya sebagai sandera politik.

"Putusan ini adalah hasil dari proses politik murni," kata Valent.

infografis

Pangacara itu mengatakan, "(Briere) tidak memiliki pengadilan yang adil di depan hakim yang tidak memihak". Valent juga tidak diizinkan untuk mengakses dakwaan penuh terhadapnya.

Kementerian luar negeri Prancis menganggap putusan itu tidak dapat diterima, dengan mengatakan bahwa Briere adalah seorang turis. Briere adalah salah satu dari banyaknya warga negara Barat yang ditahan di Iran dan dituduh sebagai sandera oleh para aktivis.

Briere ditahan di Penjara Vakilabad di kota timur Mashhad, sebuah penjara yang dilaporkan telah melakukan ratusan eksekusi rahasia di dalam temboknya.

Pada bulan September tahun lalu, seorang tahanan politik lain menggambarkan kehidupan di penjara yang buruk. Dia mengatakan penjara "penuh sesak" dan "penuh kutu busuk dan kutu".

Penahanan bermotif politik

Putusan terhadap Briere datang ketika Iran dan negara lain berusaha untuk mencapai kesepakatan pada pembicaraan di Wina, Austria. Pembicaraan itu tentang menghidupkan kembali kesepakatan 2015 mengenai program nuklir Iran.

Warga dari tiga negara Eropa yang terlibat dalam pembicaraan masuk di antara orang asing yang ditahan. Tiga negara itu adalah Inggris, Prancis dan Jerman.

"Tidak dapat ditoleransi bahwa Benjamin Briere disandera oleh rezim. Ini membuat warga negara Prancis ditahan secara sewenang-wenang hanya untuk menggunakannya sebagai mata uang dalam pertukaran," kata Valent.

Saudara perempuan Briere, Blandine, mengatakan kepada AFP bahwa saudara laki-lakinya adalah "sandera politik" yang menjadi sasaran "parodi keadilan".

"Ini adalah pengadilan politik dan berguna bagi Iran, yang mengirimkan pesan kepada pemerintah Prancis," katanya.

Ms Valent mengatakan kondisi saudara laki-lakinya semakin lemah karena mogok makan yang dimulai sejak Natal.

Warga Inggris Anoosheh Ashoori, yang ditahan di Iran selama empat setengah tahun terakhir, juga memulai mogok makan pada akhir pekan. Kamran Ghaderi dari Austria, yang ditahan selama lebih dari enam tahun, mulai menolak makanan pada Senin, menurut keluarga mereka.

Tindakan mereka dipicu oleh aksi mogok makan Barry Rosen, mantan diplomat AS, untuk menarik perhatian pada penderitaan para tahanan.

Sementara itu Iran menegaskan semua orang asing yang ditahan diadili sesuai dengan hukum domestik, tetapi telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk pertukaran tahanan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini