Share

Mantan Pramugari Ungkap Aturan Penampilan yang Ketat, Bikin Kehilangan Rasa Pede

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538569 mantan-pramugari-ungkap-aturan-penampilan-yang-ketat-bikin-kehilangan-rasa-pede-7W7jYv1Zme.jpg Ilustrasi pramugari (dok iStock)

PRAMUGARI melekat dengan stereotip perempuan cantik yang memiliki fisik sempurna. Banyak yang menganggap pramugari dituntut untuk bisa menjaga penampilan.

Faktanya anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Mantan pramugari dari satu maskapai telah mengungkapkan aturan ketat yang harus mereka ikuti, termasuk menjaga berat badan tertentu, bahkan setelah kehamilan.

Baru-baru ini mantan staf Emirates mengatakan mereka harus mengikuti aturan perawatan yang kaku.

Mereka akan dihukum jika mereka dianggap terlalu berat. Awak kabin menjelaskan Emirates memiliki "Program Manajemen Penampilan" untuk pramugari.

Melansir The Sun, Karla Bayson, 36, menjelaskan aturan tato dan seragam pramugari yang sangat ketat. Awak kabin harus memiliki rambut rapi, cat kuku berwarna merah, netral atau bening, dan tidak ada tato yang terlihat.

Karla, yang bekerja di maskapai UEA selama sembilan tahun, mengatakan dia telah melihat beberapa rekannya menerima peringatan tentang berat badan mereka.

Dia mengatakan kepada Insider, staf yang dianggap kelebihan berat badan diberi waktu dua minggu untuk mengurangi timbangan. Mereka harus memenuhi syarat berat badan untuk tetap bekerja.

infografis

Dia juga mengatakan bahwa ibu hamil harus menandatangani kontrak sebelum cuti. Mereka harus menurunkan berat badan sebelum mereka kembali bekerja.

Mantan pramugari Maya Dukaric mengungkapkan, pramugari yang kelebihan berat badan bisa dipecat jika tidak menurunkan berat badan dalam waktu tertentu.

"Jika Anda tidak turun dalam periode waktu tertentu, Anda bisa kehilangan pekerjaan," katanya.

"Anda selalu berada di bawah tekanan karena Anda selalu berpikir Anda harus sempurna."

Kegagalan untuk menurunkan berat badan akan dihukum dengan peringatan, pemeriksaan berat badan dan pemotongan gaji. Seorang pramugari Emirates mengatakan dia berhenti dari pekerjaannya setelah menderita selama bertahun-tahun.

Duygu Karaman, 37, mengatakan dia secara teratur dilarang naik ke pesawat dan menggunakan timbangan. Dia menghabiskan waktu tiga tahun untuk memantau berat tubuhnya.

Dia mengatakan kepada The Mirror, "Ini jelas tidak baik. Saya benar-benar kesal begitu lama dan kemudian saya kehilangan kepercayaan diri."

"Emirates sangat ketat dengan kebijakan perawatan mereka. Anda tidak pernah melihat awak kabin tua. Mereka menginginkan orang yang terlihat cantik," katanya.

Berat badan dan kritik tubuh yang terus-menerus mendorong Duygu untuk berhenti dari pekerjaannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini