Share

Mengintip Tradisi Pembuatan Sesajen dari Uang Kertas untuk Imlek

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538953 mengintip-tradisi-pembuatan-sesajen-dari-uang-kertas-untuk-imlek-Fdfr8ISQ0b.JPG Chen Kun-huei (82) mempertahan pembuatan sesajen uang kertas secara tradisional di Mialo, Taiwan (Reuters/VOA)

SEBUAH pabrik kecil di Taiwan berusaha mempertahankan tradisi membuat uang kertas untuk keperluan sesajen secara tradisional.

Menjelang Tahun Baru Imlek 2022, berbagai persiapan dilakukan masyarakat Tionghoa untuk merayakannya. Sebuah pabrik kecil di Kabupaten Mialo, Taiwan, tak ketinggalan disibukkan oleh persiapan itu.


Sekelompok perempuan tua di pabrik tersebut sibuk membuat uang roh atau uang kertas sesajen. Mereka dengan sungguh-sungguh menghiasi lembar demi lembar kertas kuning berlapis warna emas dan perak itu secara tradisional.

Keluarga Chen, pemilik pabrik itu, sama sekali menghindari penggunaan mesin untuk membuat uang sesajen tersebut, tidak seperti halnya pabrik-pabrik uang seperti itu di kota-kota besar.

Mereka meyakini uang yang dibakar untuk persembahan kepada para dewa dan leluhur ini akan lebih bermakna bila dibuat dengan tangan sendiri.

BACA JUGA: Viral Pria Menendang Sesajen di Semeru, Ternyata Ini Makna Sesajen Bagi Masyarakat Jawa

Chen Feng-e, pemilik sekaligus pekerja di pabrik itu, merasa bangga dengan apa yang telah dikerjakannya selama ini. Perempuan berusia 70 tahun ini mengatakan, "Saya sudah melakukan ini selama lebih dari 10 tahun. Sulit untuk menghitung berapa lembar sehari yang saya buat. Satu tumpukan seperti ini saja sudah lebih dari 100 lembar."

Permintaan uang sesajen menjelang Tahun Baru Imlek memang meningkat secara signifikan. Banyak orang membelinya untuk untuk kemudian dibakar sewaktu berdoa meminta keturunan, kemakmuran dan umur panjang.

Chen Miao-Fang, putri pemilik pabrik itu, mengaku bisnisnya terancam oleh pabrik-pabrik besar yang memanfaatkan mesin. Tapi ia mengatakan, ia akan terus bertahan selama memungkinkan.

“Sekarang ini, uang sesajen di pabrik kami dibuat dengan tangan, tidak seperti di tempat-tempat lain. Mereka bisa memproduksi sebanyak yang diinginkan para pelanggan. Kami tidak bisa melakukan itu. Kami perlahan-lahan berubah menjadi industri yang sekarat dan perlahan-lahan akan memudar. Di masa depan, produksi uang sesajen mungkin akan digantikan oleh mesin," jelasnya.

Ilustrasi

Permintaan uang sesajen biasanya tinggi selama liburan Tahun Baru Imlek dan peringatan Bulan Hantu yang tahun ini jatuh pada bulan Agustus

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini