Share

Kenapa Ratu Elizabeth dan Keluarga Kerajaan Harus Bawa Sekantong Darah saat ke Luar Negeri?

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 406 2538993 kenapa-ratu-elizabeth-dan-keluarga-kerajaan-harus-bawa-sekantong-darah-saat-ke-luar-negeri-JJE8KGv9yy.jpg Ratu Elizabeth bersama keluarga Kerajaan Inggris (Oprahdaily)

RATU Elizabeth dan keluarga Kerajaan Inggris punya aturan khusus saat bepergian ke luar negeri yang tentu saja berbeda dengan orang biasa. Ada sederet perlindungan ekstra harus diberikan kepada Ratu dan keluarganya.

Para bangsawan harus membawa banyak barang aneh di bagasi mereka, baik itu minuman beralkohol sendiri karena takut keracunan, atau selalu mengemasi baju hitam jika mereka harus segera kembali karena kematian. Semua aturan ada karena suatu alasan.

 BACA JUGA: Begini Aturan Perjalanan Keluarga Kerajaan, Berikut Barang yang Wajib Dibawa

Ada satu item lagi yang wajib bawa dan tentu saja itu bukan barang biasa. Ya, Ratu Elizabeth dan anggota Kerajaan ikut membawa sekantong darah ketika pergi ke luar negeri.

Melansir dari My London, Jumat (28/1/2022), salah satu risiko paling parah yang bisa terjadi saat para bangsawan bepergian adalah penyakit. Ini berarti persediaan darah adalah barang penting dalam daftar bawaan mereka.

 

Jika acara di mana tidak ada donor darah, mereka dapat menggunakan persediaan pribadi Ratu. Tren ini adalah sesuatu yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth dan mendiang Pangeran Philip. Hal ini juga telah dilakukan Pangeran William.

 BACA JUGA: Sudah 18 Tahun Bersabar, Raja Yogyakarta soal Relokasi PKL Malioboro: Aku Minta Cepat!

Ratu Elizabeth juga selalu bepergian dengan dokter dan beberapa perawatan darurat jika terjadi sesuatu padanya. Pakar kerajaan Adam Heliker mengatakan kepada Fabulous Digital, "Dia akan terus menambah persediaan dengan setoran reguler pada bulan-bulan sebelum perjalanan ke luar negeri."

"Jadi itu seperti seseorang yang melakukan donor darah sukarela. Perbedaannya adalah dia akan menjadi satu-satunya penerima jika diperlukan. 'Darah biru' tidak akan pernah sampai ke pasien biasa," kata Heliker.

Aturan penting lain yang diikuti Ratu setelah kematian mendadak ayahnya pada tahun 1952 adalah membawa gaun hitam.

Ketika Raja George VI meninggal, Ratu berada di Kenya untuk tur kerajaan dan tidak membawa gaun hitam untuk kembali ke Inggris. Ketika pesawatnya mendarat di Bandara London, gaun yang cocok dibawa ke pesawat untuk dia ganti sebelum dia turun.

 Ilustrasi

Sejak saat itu, sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan untuk bepergian dengan gaun hitam atau pakaian berkabung yang pantas jika seseorang meninggal saat berada di luar negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini