Share

NTB Jadi Model Pengembangan Wisata Ramah Muslim, Ini Kata Sandiaga Uno

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 406 2540265 ntb-jadi-model-pengembangan-wisata-ramah-muslim-ini-kata-sandiaga-uno-9g7B5yKiIV.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

KABAR baik datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ya, Lombok terpilih menjadi salah satu destinasi wisata halal terbaik versi Global Muslim Travel Index (GMTI) sejak 2019.

Hingga saat ini, peran NTB untuk kebangkitan ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja di Indonesia semakin menunjukkan geliatnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, NTB menjadi model pengembangan wisata ramah muslim (moslem friendly) di tanah air sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Menurutnya, NTB memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata halal ramah muslim. Hal ini dikarenakan, terdapat sederet penghargaan internasional telah didapatkan oleh wilayah yang disebut sebagai julukan 'Pulau Seribu Masjid' itu.

Ia menambahkan, pasca-Covid-19 pengembangan sektor pariwisata akan difokuskan pada quality and sustainable tourism, yakni dengan mengutamakan produk-produk unggulan pariwisata. Salah satu di antaranya adalah wisata halal atau muslim friendly based.

Infografis Wisata Religi di Jakarta

"NTB sudah memiliki modal untuk itu sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja," ujarnya dalam acara Muktamar ke-1 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) secara virtual akhir pekan kemarin.

Dalam penghargaan GMTI 2019, sejumlah destinasi mendapat halal travel award di antaranya Lombok, NTB yang ditetapkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dan The World Best Halal Honeymoon Destination.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menjelaskan, wisata halal fokus untuk extension of service ketika berwisata dengan mengusung tiga konsep, yaitu Good to Have, Nice to Have, dan Must to Have.

Konsep ini dijabarkan ke dalam 5 major component dari pariwisata ramah muslim/pariwisata halal, yakni halal hotels, halal transport, halal food, halal tour packages dan halal finance.

"Ini bisa kita temui di seluruh wilayah NTB. Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata halal dan menjadi destinasi muslim friendly based terkemuka di dunia," tambahnya.

Pengembangan potensi wisata halal tersebut dalam upaya menciptakan lapangan kerja dan menarik devisa dari muslim traveler dengan optimal.

Menurut data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia sebesar 200,3 miliar dolar AS atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar 1,66 triliun dolar AS.

Wisata Halal

(Ilustrasi, Foto: Kemenparekraf)

"Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke lima dari Top 5 Negara Muslim Traveler dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait," katanya.

Sandi bilang, dibanding negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim lainnya, Indonesia termasuk konsumen produk halal terbesar. Namun disayangkan, masih banyak produk yang dibelanjakan merupakan produk impor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini