Share

16 Pantangan di Tahun Baru Imlek, Minum Obat hingga Pinjam Duit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 406 2540269 16-pantangan-di-tahun-baru-imlek-minum-obat-hingga-pinjam-duit-8QxhU90VTx.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek atau blebih dikenal sebagai Chinese New Year pada 1 Februari 2022. Orang Tionghoa menganggap Tahun Baru Imlek sebagai pertanda keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Tak heran jika hingga saat ini sejumlah aturan kuno masih mereka pegang. Mereka juga berupaya untuk tidak melanggar berbagai pantangan yang mereka yakini. Sejumlah hal tabu pada Tahun Baru Imlek hanya akan dipertahankan selama beberapa hari pertama festival.

Sementara beberapa hal tabu lainnya dapat terus dilakukan hingga Festival Lentera pada hari ke-15 bulan lunar pertama, atau bahkan selama sebulan penuh.

Merangkum dari laman Travel China Guide, berikut adalah 16 pantangan yang tidak boleh dlakukan selama Tahun Baru Imlek.

1. Menjaga perkataan

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kata-kata. Kata-kata yang mengandung makna negatif harus dihindari dalam percakapan sehari-hari, seperti putus, kehabisan, kematian, hantu, pembunuhan, penyakit, kesakitan, kehilangan, dan kemiskinan. Semua kata ini harus diganti dengan eufemisme selama Festival Musim Semi.

2. Menyapu dan membuang sesuatu

Pada tanggal 1 bulan lunar, ada pantangan Tahun Baru Imlek untuk menyapu rumah dan membuang sampah. Jika tidak, semua tabungan dan barang berharga akan hanyut. Jika benar-benar perlu, pemilik rumah harus mulai menyapu dari luar ke dalam rumah, yang berarti mengumpulkan uang.

Selain itu, menuangkan air ke luar juga harus dihindari, karena air yang mengalir menandakan pergerakan uang. Dalam hal ini, uang digambarkan meninggalkan rumah.

3. Minum obat atau pergi ke rumah sakit

Orang tidak boleh minum obat, atau menemui dokter sampai Festival Lentera tiba. Masyarakat percaya jika hal tersebut dilanggar maka mereka mungkin akan menderita penyakit sepanjang tahun, dan hampir tidak sembuh.

4. Memecahkan benda

Jangan pernah memecahkan mangkuk, piring, gelas, vas, atau cermin, karena pecah dapat digambarkan sebagai kerugian uang dan perpecahan keluarga di kemudian hari. 

Jika seseorang tidak sengaja memecahkan benda tersebut, maka pecahannya harus dikumpulkan dan dibungkus dengan kertas atau kain merah, dan kemudian dibuang pada hari kelima Tahun Baru.

5. Mencuci Pakaian

Dua hari pertama Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari ulang tahun Dewa Air. Jadi, jika seseorang mencuci pakaian selama dua hari tersebut, maka dewa akan tersinggung.

6. Menangis

Dipercaya bahwa tangisan anak-anak menandakan penyakit dan kemalangan yang dapat membawa nasib buruk bagi seluruh keluarga. Oleh karena itu, untuk menghindari tangisan anak, orangtua tidak boleh menghukum anak-anak mereka, bahkan jika mereka melakukan kesalahan atau nakal.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

7. Pinjam meminjam

Jangan meminjamkan atau meminjam apapun terutama uang. Meminjamkan uang adalah pertanda sial, yang berarti kerugian ekonomi. Sehingga orang tidak boleh menyinggung teman atau tetangga dengan meminjam sesuatu dari mereka. Meminta pengembalian utang juga merupakan hal yang tabu pada Tahun Baru Imlek.

8. Putri yang menikah kembali ke rumah

Jika seorang wanita menikah dan tinggal terpisah dengan orang tua suaminya, dia tidak dapat mengunjungi orang tuanya sendiri pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Sebab, anak perempuan dipandang sebagai orang luar setelah mereka menikah.

Jika mereka pulang pada hari pertama, orang tua mereka akan dilanda kemiskinan. Kadang-kadang, orang tua tinggal bersama anak laki-laki, dan karena itu nasib buruk juga menimpa saudara laki-laki perempuan.

9. Pekerjaan yang melibatkan jarum

Dalam beberapa kepercayaan Tahun Baru Imlek, wanita tidak diharapkan melakukan pekerjaan menjahit selama perayaan. Kegiatan ini dapat menimbulkan pertengkaran yang tidak perlu dengan anggota keluarga atau tetangga.

10. Menggunakan gunting

Sama seperti menjahit, menggunakan gunting juga merupakan pertanda kemungkinan pertengkaran dengan orang lain. Jika Anda ingin melewati tahun dengan damai, caranya dengan tidak menggunakan gunting selama bulan lunar pertama.

11. Wadah beras kosong

Wadah nasi menunjukkan standar hidup masyarakat. Jika kosong, dipercaya ada beberapa hari kelaparan menunggu mereka dalam waktu dekat. Mengisi wadah nasi sampai penuh sebelum Malam Tahun Baru, adalah sarana untuk menarik situasi keuangan yang sehat.

12. Dilarang membangunkan orang

Seseorang tidak boleh membangunkan orang lain yang sedang tidur pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Jika tidak, orang yang terbangun akan mengalami pekerjaan sepanjang tahun, kelelahan dan gugup.

13. Tidur siang

Dipercaya bahwa orang akan menjadi malas sepanjang tahun jika mereka tidur siang pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Selain itu jika ada tamu yang datang pada hari itu, maka tidak sopan jika tuan rumah sedang tidur.

14. Tidak memotong rambut

Orang tidak boleh memotong rambut mereka selama bulan lunar pertama, karena itu menunjukkan kematian paman mereka (saudara laki-laki ibu). Hal ini juga tidak boleh dilakukan selama Tahun Baru Imlek. Meski terdengar tidak masuk akal, masyarakat masih kerap mengikuti tradisi ini.

15. Makan bubur sebagai sarapan

Bubur merupakan hal yang tabu untuk dimakan pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Dulu, orang miskin hanya mampu membeli bubur nasi, jadi bubur mencerminkan kehidupan yang turun-temurun. Orang biasanya makan siomay sebagai makanan pertama di tahun baru.

16. Mengenakan kain atau mengenakan hitam putih

Mengenakan pakaian baru memiliki arti memulai sesuatu yang baru, jadi pakaian yang compang-camping atau kotor melambangkan kemiskinan dan kemalangan dan harus dihindari.

Selain itu, berpakaian hitam dan putih hanya berlaku untuk acara-acara yang menyedihkan seperti pemakaman dan upacara berkabung.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini