Share

Tok! MA Batalkan Hukuman Gadis Korban Perkosaan 12 Turis Israel

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Kamis 03 Februari 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 406 2541315 tok-ma-batalkan-hukuman-gadis-korban-perkosaan-12-turis-israel-5MLIYZLRgI.JPG Gadis asal Inggris yang jadi korban perkosaan 12 turis Israel/Kanan (Foto: REUTERS)

MAHKAMAH Agung Siprus membatalkan hukuman terhadap seorang gadis Inggris yang sebelumnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan lantaran dituding memberi kesaksian palsu dengan menyatakan telah diperkosa 12 turis Israel di sebuah resor pada 2019 silam.

Pengacara korban menyatakan, telah terjadi gugurnya keadilan ketika pengadilan setempat pada Januari 2020 memutuskan yang bersangkutan bersalah dan menjatuhkannya hukuman kurungan penjara.

Gadis yang kini berusia 21 tahun itu tidak tidak pernah diungkap identitasnya sejak kasus itu pertama kali terkuak pada Juli 2019.

Ia mengatakan kepada polisi bahwa telah diperkosa oleh orang Israel, berusia antara 15 hingga 22 tahun, di sebuah kamar hotel di kawasan Mediterania Ayia Napa.

Demo Kasus Perkosaan di Siprus

(Foto: AP Photo/Petros Karadjias)

Ia didakwa berbohong karena mencabut laporan pemerkosaan itu. Namun belakangan dirinya mengaku berada dalam tekanan polisi saat mencabut laporan. Saat itu dia menjalani interogasi panjang polisi tanpa didampingi pengacara atau penerjemah.

Keluarga gadis itu kemudian meminta kasus pemerkosaan tersebut dibuka kembali demi tegaknya keadilan. Meski dia tak menghadiri sidang, namun sekitar 40 aktivis perempuan memprotes di luar pengadilan seraya membawa spanduk bertuliskan, 'Saya Percaya Padanya' dan 'Akhiri Budaya Pemerkosaan'.

“Ini adalah momen yang menentukan,” ujar Michael Polak dari Kelompok Justice Abroad yang berbasis di Inggris.

Polak menambahkan, gadis itu tetap bersikukuh telah dirudapaksa sekelompok pria Israel. Proses hukum penting untuk dilanjutkan agar terciptanya keadilan.

“Seorang wanita muda dan rentan tidak hanya dianiaya ketika melaporkan pemerkosaan ke polisi, tetapi juga menjalani proses persidangan yang sangat tidak adil seperti yang diakui Mahkamah Agung,” tuturnya.

Sementara itu, Komisi Tinggi Inggris di Siprus men-tweet bahwa mereka menyambut baik putusan itu dan mendukung penegak hukum terus bekerja.

Gadis Korban Perkosaan di Siprus/Kanan

(Foto: AFP/Iakovos Hatzistavrou)

Sang gadis menuding polisi Siprus telah memaksanya untuk menandatangani pernyataan pencabutan laporan dan setelahnya para tersangka pun dibebaskan.

Justice Abroad menyatakan, korban mengalami stres dan trauma usai mencabut laporan. Ia menghabiskan waktu di kantor polisi selama 7 jam. 

Belakangan diketahui polisi Siprus juga telah gagal untuk mengunduh data dari ponsel tersangka, soal kemungkinan kekerasan seksual itu direkam atau difilmkan.

"Kami senang tim kami telah berhasil mengamankan hasil ini, dan (kami) percaya langkah selanjutnya demi tegaknya keadilan. Kami mendorong peninjauan dan penyelidikan penuh oleh kepolisian atas fakta berbeda dari laporan perkosaan yang diajukan klien kami," tuturnya.

Pihak keluarga gadis itupun menyambut baik putusan hakim dengan yang membebaskan putrinya dari segala tuduhan.

"Meskipun putusan ini tidak memaafkan cara dia diperlakukan, itu membawa harapan penderitaan putri saya setidaknya akan membawa perubahan positif dalam cara korban kejahatan diperlakukan. Tentu saja, jika keadilan ingin ditegakkan, otoritas perlu mengambil bukti yang dikumpulkan di Siprus," ujar ibunda korban.

“Kami berharap putusan ini akan memiliki implikasi luas dalam mengejar keadilan bagi korban kekerasan seksual lainnya. Kami memuji Mahkamah Agung Siprus karena memiliki keberanian dan kebijaksanaan untuk memberikan putusan ini," timpal pengacara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini