Share

Tak Masalah Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dipangkas Jadi 5 Hari, Asal....

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 04 Februari 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 406 2541665 tak-masalah-karantina-pelaku-perjalanan-luar-negeri-dipangkas-jadi-5-hari-asal-z7f2oVMIEl.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

MENYUSUL pembukaan kembali pintu masuk internasional di Bali, Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan masa karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dipangkas menjadi hanya 5 hari.

Karantina 5 hari ini hanya bagi orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 full dua dosis. Sementara bagi yang baru menerima satu dosis vaksin Covid-19, masih harus menjalankan masa karantina 7 hari.

Durasi karantina yang dipangkas bagi kelompok orang yang sudah full lengkap dua dosis vaksin Covid-19 primer tersebut, dinilai ahli kesehatan, Epidemiolog dari Griffith University, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH tidak menjadi masalah.

“Sebetulnya 5 hari kalau skrining di awalnya kuat ya enggak masalah sebetulnya,” kata dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal Indonesia, melalui pesan pribadi.

Dijelaskannya, durasi karantina yang cukup singkat bagi PPLN full dosis vaksinasi primer Covid-19 tersebut bukan jadi masalah besar jika memang skrining ketat di awal pintu masuk sampai sebelum selesai masa karantina sudah benar-benar dipastikan.

“Tapi pastikan dulu kekuatan skrining dan mekanisme kedatangan serta testing sebelum keluar masa karantina itu. Enggak masalah durasi, ini sekarang sudah enggak terlalu jadi masalah asal lihat status di awalnya saja. Status imunitas dari durasi vaksinasi, hasil tes PCR, dan status kontak erat,” tambahnya.

Sebagai pakar kesehatan, dr. Dicky berharap idealnya bukan hanya status lengkap dua dosis vaksinasi yang dilihat menjadi tolak ukur.

“Intinya kembali ke status vaksinasi lah yang mengurangi risiko. Pastikan orang yang datang ini, status imunitasnya bagus. Dalam masa proteksi yang paling lama 6-7 bulan dari suntikan kedua. Jadi, jangan sampai cuma dilihat dua kali vaksin, kalau bisa pastikan sudah dapat booster, itu yang akan mengurangi, karena vaksin ini yang mengubah risiko,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini