Share

Turis Asing ke Bali Wajib Patuhi Aturan Warm Up Vacation, Apa Itu?

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 406 2543108 turis-asing-ke-bali-wajib-patuhi-aturan-warm-up-vacation-apa-itu-4KjAYiMfOW.JPG Ilustrasi (Foto: Kemenparekraf)

INDONESIA akhirnya memutuskan membuka kembali pintu penerbangan Internasional ke Bali yang berlaku efektif per 4 Februari 2022. Terkait hal itu, pemerintah pun telah menyiapkan sebuah terobosan yang disebut dengan 'warm up vacation'.

Program Bali warm up vacation merupakan inovasi yang dirancang secara khusus bagi wisatawan atau Pelaku Perjalanan Luar Neger (PPLN) yang baru datang ke Bali agar dapat menjalani karantina mandiri dalam hotel namun dengan sistem bubble.

Di mana memungkinkan seseorang bisa beraktivitas tidak terbatas hanya di kamar, namun dapat melakukan berbagai aktivitas di area bubble yang khusus disiapkan oleh pengelola hotel.

Hal itu tentu bertujuan agar PPLN tidak merasa menjalani karantina mandiri di Bali, namun seakan sedang menjalani pemanasan untuk persiapan liburannya di Bali, tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya menerangkan, paket Bali warm up vacation ini berbeda dengan karantina mandiri. Salah satu perbedaannya adalah PPLN bisa tetap menikmati fasilitas di area hotel yang menerapkan sistem bubble atau bukan karantina di kamar.

Infografis Tips Traveling Aman

Sehingga pelayanan hotel yang diberikan PPLN tidak terbatas hanya di kamar saja, tetapi lebih leluasa membolehkan mereka beraktivitas di fasilitas hotel seperti kolam renang, tempat gym, dining room, hingga dapat menikmati indahnya pantai Bali di dalam area bubble layaknya staycation!

“Jadi ini berbeda dengan karantina, yang hanya di dalam kamar saja. Program warm up vacation ini dilakukan di hotel yang telah menerapkan sistem bubble yang sudah siap dengan protokol kesehatan secara disiplin,” tuturnya dalam siaran pers kepada MNC Portal Indonesia.

Naomi, salah satu wisatawan asal Jepang yang mengikuti program Bali warm up vacation mengisahkan bahwa program ini menarik, karena dirinya bisa menikmati fasilitas yang ada di hotel di luar kamar, seperti layaknya staycation yang menjadi salah satu pilihan wisatawan sejak pandemi.

"Sejauh ini saya puas dengan paket dan fasilitas yang disediakan dalam skema bubble ini. Hari ini, saya menerima pesan elektronik dari jurnalis Jepang di Tokyo, dia mengatakan tertarik untuk menggali lebih jauh mengenai ide Bali warming up vacation ini," ucap Naomi.

Adapun saat ini total hotel karantina yang direkomendasikan Satgas Covid-19 per 2 Februari 2022 berjumlah 66 hotel. Lima di antaranya sudah diperbolehkan menerapkan sistem bubble. Sedangkan, 61 hotel lainnya masih menerapkan sistem karantina biasa.

Hotel yang memfasilitasi program warm up vacation ini akan terus bertambah, sementara ada 19 hotel lainnya yang sudah mengajukan untuk menjadi hotel sistem bubble, dan masih perlu diverifikasi kesiapannya.

“Ke depan, jumlah hotel karantina sistem bubble ini akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan dan hasil verifikasi lapangan. Hal ini dimaksudkan agar PPLN dapat memiliki variasi pilihan sesuai dengan seleranya," terang dia.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

Sementara, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar memastikan tetap ada pilihan bagi PPLN yang berkunjung ke Bali terkait paket karantina mandiri, yaitu sistem karantina biasa seperti yang diterapkan di Jakarta dan daerah lainnya yang tidak di area bubble.

"Di hotel karantina yang tidak menerapkan sistem bubble, PPLN hanya dibolehkan beraktivitas di dalam kamar atau villa saja, tidak boleh keluar. Namun uniknya, di Bali terdapat pilihan hotel karantina yang menawarkan villa dengan kolam renang pribadi, sehingga PPLN dapat merasakan suasana yang lebih menyenangkan dibandingkan karantina di daerah lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini