Share

Artefak Pra-Hispanik Dilelang di Prancis, 6 Negara Ini Protes

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 09 Februari 2022 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 406 2544737 artefak-pra-hispanik-dilelang-di-prancis-6-negara-ini-protes-w6IwDDPkFx.jpg Pot keramik dari zaman pra- Hispanik di Museum Arkeologi Meksiko (Reuters/VOA)

PARA duta besar dari enam negara Amerika Latin mengecam lelang artefak pra-Hispanik yang akan dilakukan di Prancis. Lelang tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran lama yang beredar wilayah itu.

Pernyataan bersama itu muncul sehari setelah Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengecam praktik tersebut sebagai tindakan tidak bermoral setelah lelang besar baru-baru ini.


Para duta besar di Paris untuk Ekuador, Guatemala, Meksiko, Panama, Peru dan Republik Dominika mengecam "sekeras-kerasnya" penjualan artefak pra-Hispanik yang diselenggarakan oleh rumah-rumah lelang dalam beberapa hari mendatang.

Dalam pernyataan bersamanya, pada Selasa 8 Februari 2022, mereka menyerukan agar lelang-lelang itu dihentikan.

Mereka mengecam hal yang mereka nyatakan sebagai "keberlanjutan dari praktik-praktik yang terkait dengan perdagangan gelap kekayaan budaya, yang merusak warisan, sejarah, dan identitas penduduk asli."


Para duta besar Kolombia, Guatemala, Honduras, Meksiko dan Peru mengajukan permohonan serupa November lalu.

Pada Senin 7 Februari, Presiden Lopez Obrador dari Meksiko meminta Prancis untuk membuat undang-undang tentang masalah ini, setelah rumah lelang Millon menjual 30 artefak Meksiko pra-Hispanik pada 28 Januari lalu meskipun pihak pemerintah Meksiko sudah memprotes kegiatan tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dalam beberapa tahun terakhir, Meksiko telah mencoba untuk mendapatkan kembali artefak dari tangan kolektor pribadi di seluruh dunia, yang hanya berhasil sebagian.

Selain menyerukan agar karya seni dikembalikan, Meksiko menuduh rumah mode besar Eropa melakukan perampasan budaya karena mengangkat desain asli untuk pakaian mereka.

Ilustrasi

Ini adalah bagian dari perdebatan yang sedang berlangsung mengenai etika artefak budaya yang dikuasai oleh museum dan pemilik swasta di bekas penguasa kolonial, dan menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana barang-barang bersejarah itu awalnya diperoleh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini