Share

Pilot Ungkap Keangkeran Segitiga Bermuda, Perjalanan Kilat hingga Alat Navigasi Tak Berfungsi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 12 Februari 2022 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 406 2545523 pilot-ungkap-keangkeran-segitiga-bermuda-perjalanan-kilat-hingga-alat-navigasi-tak-berfungsi-1Xdyv5CdEl.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

KAWASAN segitiga bermuda yang berada di lautan Atlantik ini dikenal sangat mengerikan. Dari dulu sampai sekarang, lautan ini sudah menelan banyak korban, mulai dari kapal laut hingga pesawat. Penyebabnya pun masih jadi misteri hingga kini.

Ada yang bilang kecelakaan yang terjadi di sana karena medan magnet atau alien, sampai adanya monster laut. Tapi, belum ada satu pun hal yang pasti yang terjadi di sana. Lalu, apa sebenarnya yang ada di segitiga bermuda?

Kawasan perairan seluas 500 ribu km itu terbentang antara Bermuda, Miami, dan Puerto Rico. Kepopuleran dari segitiga bermuda sebagai lautan terlarang dimulai pada 1840 saat HMS Rosalie tenggelam dan hilang kontak di laut.

Setelah kejadian itu, segitiga bermuda terus menelan korban sampai di awal tahun 2000. Makanya, keberadaan segitiga bermuda sebagai lautan terlarang makin menguat hingga saat ini. Kejadian kapal hilang di segitiga bermuda sampai sekarang masih belum memberikan jawaban yang memuaskan.

Infografis Jendela Pesawat

Belum ada satupun alasan yang bisa menjadi jawaban pasti tentang kecelakaan yang terjadi di sana. Mulai dari gempa laut, gelombang besar, tarikan gravitasi, sampai adanya lubang waktu atau pangkalan UFO. Semua ini merupakan teori yang masih belum jelas kebenarannya.

Makanya, satu-satunya petunjuk atas kejadian yang terjadi di sana adalah kesaksian dari orang-orang yang pernah melewati lautan tersebut. Seperti Bruce Gernon, seorang pilot atau co-author The Fog. Dalam penerbangan bersama ayahnya, Bruce terbang menuju Palm Beach.

Penerbangan ini terkesan biasa saja, hingga pada ketinggian 18 km di atas permukaan laut, pesawat mereka dihadang oleh awan yang tebal. Bruce pun memutuskan memutari awan ini. Setelah 20 km memutar, akhirnya Bruce menemukan jalan keluar di sana, dan sampai di tujuan.

Namun, ada yang aneh dengan penerbangan tersebut. Setelah melihat jam, ternyata penerbangannya cuma memakan waktu 47 menit, sedangkan seharusnya penerbangan tadi itu berlangsung selama 75 menit. Bagaimana bisa penerbangannya secepat itu?

Selain Bruce, ada juga Cary Gordon Trantham yang harus melawan badai ganas ini. Saat badai, tiba-tiba pesawatnya hilang kendali.

Bahkan, kompas dan alat pengukur ketinggian pada pesawat tidak berfungsi sama sekali. Berdasarkan pengakuannya, Cary tidak bisa melihat apapun kecuali awan hitam dan kilatan petir.

Pesawat Melintasi Bermuda

(Foto: Skymaster)

Setelah 20 menit, barulah pesawatnya kembali terhubung ke menara pengawas dan mendapat petunjuk jalan keluar hingga akhirnya Cary berhasil selamat dari badai tersebut.

Akan tetapi, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, misteri segitiga bermuda hanyalah mitos. Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa angka kecelakaan di segitiga bermuda lebih banyak dari lautan lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini