Share

Kisah Awak Kapal Pesiar Bertaruh Nyawa di Samudera Atlantik, bak Tragedi Titanic

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 406 2545933 kisah-awak-kapal-pesiar-bertaruh-nyawa-di-samudera-atlantik-bak-tragedi-titanic-1tbMXCcWNT.jpg Ilustrasi kapal pesiar (Freepik)

BEKERJA di bidang pelayanan transportasi layaknya pramugari, awak kapal, dan yang lainnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Risiko yang diemban untuk jenis pekerjaan ini sangat banyak. Mulai dari bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang, hingga risiko kecelakaan.

Setiap dari mereka pun memiliki pengalaman tersendiri, termasuk awak kapal yang memiliki pengalaman menantang maut di Samudera Atlantik.

Melalui kanal Youtube pribadinya, Vincent Hulu menceritakan pengalaman terburuknya ketika melintasi Samudera Atlantik.

 BACA JUGA: 2 Kapal Pesiar Disita Gara-Gara Belum Bayar Tagihan, Penumpang Panik

Hal ini bermula ketika mereka akan berlayar dari pelabuhan Cobh, Irlandia menuju New York, Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, pelabuhan yang terletak di County Cork, Republik Irlandia ini menjadi pelabuhan terakhir yang disinggahi kapal Titanic sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

Sama seperti rute yang dilalui kapal Titanic ketika menuju Amerika Serikat, yakni melalui Samudera Atlantik, Vincent berbagi kisahnya di mana pada saat melewati lautan lepas itu pada malam hari, perubahan suhu terjadi secara ekstrim.

Selesai bekerja sekitar jam 10 malam, Vincent Hulu pun bergegas ke kamar. Ia berencana untuk tidur guna melepas lelah setelah seharian bekerja.

Saat ia sedang tidur di kamarnya, tiba-tiba kapal diterjang badai hingga mencapai kemiringan beberapa derajat yang menyebabkan ia harus terjatuh dari tempat tidurnya. Mengalami hal tersebut, ia pun langsung bangun dari tempat tidurnya. Akan tetapi, ia juga menemukan karpet di lantai kamarnya basah.

 BACA JUGA: Tragis, Kapten Kapal Pesiar Bunuh Diri Diduga Depresi Karena Proses Cerai

"Ternyata air dari kamar mandi tumpah. Saya langsung melihat pergi ke kamar mandi dan saat itu jalannya sudah miring-miring, soalnya posisi kapalnya miring beberapa derajat lah," kata Vincent seperti dikutip Okezone dari Youtube Vincent Hulu, Sabtu (12/2/2022).

Ketika dirinya keluar, ternyata sudah banyak penumpang yang berlarian menuju deck paling atas. Sebagian besar penumpang percaya, deck paling atas adalah tempat teraman untuk tidak tenggelam ketika kapal kehilangan keseimbangan.

Melihat keadaan yang sudah sangat kacau, Vincent sontak kembali ke kamarnya untuk mengambil alat komunikasi.

Ia terkejut telah mendapatkan alat komunikasinya berdering tanpa henti. Untungnya, bantuan segera datang, beberapa helikopter mengelilingi kapal pesiar yang masih miring tersebut.

 Ilustrasi

Sebelum dilakukan evakuasi, beruntungnya kapal tersebut berhasil melewati badai. Sehingga dalam kejadian tersebut, tak ada satu pun korban jiwa alias semua penumpang dan kru kapal selamat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini