Share

Takut Kena Rudal, Maskapai Eropa Ramai-Ramai Jauhi Langit Ukraina

Antara, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 406 2547302 takut-kena-rudal-maskapai-eropa-ramai-ramai-jauhi-langit-ukraina-2sei5R3N8e.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@british_airways)

BELAKANGAN kian banyak maskapai yang cenderung menghindari wilayah udara Ukraina di tengah masalah asuransi dan keputusan oleh sejumlah maskapai ternama Eropa untuk menghentikan penerbangan.

Sebuah perusahaan penasihat penerbangan yang berbasis di Eropa menyebut, kecenderungan untuk menghentikan penerbangan mengemuka setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan soal kemungkinan Rusia dapat menyerang kapan saja.

Maskapai Belanda KLM menyatakan, pihaknya akan menghentikan penerbangan ke Ukraina dan melintasi ruang udara negara itu, sementara maskapai Jerman Lufthansa mengatakan masih memertimbangkan penangguhan.

Penerbangan British Airways (BA) antara London dan Asia pada Senin, 14 Februari 2022 terpantau menghindari ruang udara itu, menurut Reuters yang memonitor layanan pelacakan penerbangan, FlightRadar24.

Seorang pilot BA pada Minggu di Twitter mengatakan dibutuhkan waktu lebih lama untuk menjalankan layanan kargo dari London ke Bangkok akibat kondisi geopolitik saat ini. BA belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Infografis Maskapai

“Dugaan saya bahwa wilayah Ukraina akan tidak bisa diterbangi dalam waktu dekat jika apa yang kita lihat selama akhir pekan menjadikan beberapa maskapai benar-benar menghentikan operasinya,” kata Mark Zee, pendiri perusahaan penasihat operasi penerbangan OPSGROUP.

“Saya rasa itu bukan saran pemerintah yang melakukan sejauh itu karena penghentian penerbangan itu didasarkan atas ketidaktersediaan asuransi atau maskapai mengamati sikap maskapai-maskapai lain. Jadi, contohnya, kalau KLM, Lufthansa, dan British Airways memutuskan tidak terbang di atas Ukraina sama sekali, kita nyaris kembali ke skenario MH17,” bebernya.

Paa 2014, penerbangan Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di Ukraina timur hingga menewaskan semua 298 orang dalam pesawat. Dua per tiga dari seluruh korban itu adalah warga Belanda.

Beberapa maskapai sudah menghindari wilayah udara negara itu setelah beberapa pesawat militer ditembak jatuh.

Zee mengatakan bahwa menghindari ruang udara Ukraina akan memiliki dampak rute terbesar pada maskapai dari negara tetangga, tetapi diperkirakan tidak meningkatkan biaya penerbangan jarak jauh.

Maskapai Ukraina SkyUp mengatakan bahwa pihaknya harus mengalihkan satu penerbangan dari Portugal ke Ukraina pada Sabtu pekan lalu setelah pemilik pesawat melarang pesawat itu memasuki wilayah udara Ukraina.

Kantor berita Ukraina Interfax menyebut, perusahaan asuransi Ukraina sudah menerima pemberitahuan dari perusahaan reasuransi bahwa maskapai penerbangan tidak menanggung risiko perang.

Sementara, Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmygal mengatakan, pemerintah sudah mengalokasikan sebesar USD591,98 juta atau setara dengan Rp8,5 triliun.

Dana itu disediakan untuk memastikan keamanan penerbangan bagi para perusahaan asuransi serta perusahaan penyewaan guna menjamin kelanjutan penerbangan yang melintasi ruang udaranya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini