Share

Amerika Larang Warganya Liburan ke Indonesia, Kemenparekraf: Enggak Ngaruh!

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 406 2547512 amerika-larang-warganya-liburan-ke-indonesia-kemenparekraf-enggak-ngaruh-quuZTDGZel.JPG Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar (Foto: Kemenparekraf RI)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, karena negeri Paman Sam menempatkan Indonesia pada Level 3 atau negara dengan risiko tinggi infeksi Covid-19. Sementara Indonesia sendiri di 2022 ini menargetkan 280 juta wisatawan berwisata ke Nusantara.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kurleni Ukar mengatakan, minimnya kunjungan wisatawan dari AS tidak memengaruhi target wisatawan mancanegara (wisman).

Di mana saat ini tengah digenjot, guna memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi (parekraf) akibat dampak Covid-19.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

"Wisman dari AS tidak terlalu berpengaruh ya, terhadap target wisman kita," ujarnya dalam Seminar Pariwisata Nasional bertajuk Menjaga Momentum Pemulihan Pariwisata Mengejar Target 280 Juta Wisnus di 2022 yang diinisiasi oleh Forwaparekraf secara virtual, Selasa (15/2/2022).

Ia melanjutkan, bahwa kedatangan wisman dari AS bisa kembali datang ke Indonesia untuk berwisata, ketika kondisi Covid-19 sudah dirasa semakin kondusif dan juga membaik.

Sementara itu, kata dia, negara yang saat ini sangat memengaruhi kondisi sektor pariwisata di seluruh dunia adalah China. Di mana China adalah outbound yang sangat besar, khsusnya bagi dunia pariwisata.

"Yang paling besar mungkin saat ini China yang masih melarang, karena China itu outbound-nya sangat besar. Dan dia memengaruhi seluruh pariwisata di seluruh dunia," terangnya.

Sementara itu ia menjelaskan, menurut data dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) 2021 pariwisata berbasis internasional hingga saat ini masih belum pulih sepenuhnya. Asumsi pulih 11 persen di 2022 dan 43 persen pada 2023 mendatang.

"Sehingga pariwisata lebih bertumpuk pada wisatawan domestik," ujar Kurleni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini