Share

Hong Kong Tak Ada Rencana Lockdown Meski Kasus Covid-19 Meledak

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Februari 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 406 2547883 hong-kong-tak-ada-rencana-lockdown-meski-kasus-covid-19-meledak-WlEA2WUKQp.JPG Aktivitas warga Hong Kong di tengah lonjakan kasus Covid-19 (Foto: Reuters)

KEPALA Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengesampingkan rencana penguncian (lockdown) seluruh kota, di tengah lonjakan kasus Covid-19. Namun, kondisi itu membuatnya tak bisa 'mencegah' kemungkinan untuk menunda pemilihan bulan depan.

Lam, yang belum memastikan pencalonan dirinya untuk masa jabatan lima tahun ke depan, mengatakan respons pemerintahnya dalam menanggulangi wabah belum memuaskan karena rumah sakit dan staf medis kewalahan.

Kasus harian di Hong Kong telah melonjak sekitar 20 kali dalam dua pekan terakhir. Lam mengatakan, pihak berwenang tak mampu mengimbangi lonjakan itu dengan mandat pengujian dan isolasi.

"Tak ada rencana lockdown seluruh kota," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah meningkatkan strategi nol dinamis.

Strategi serupa diterapkan oleh China daratan dengan berusaha meredam wabah sesegera mungkin setelah kasus ditemukan. "Kita tak akan menyerah kepada virus. Itu bukan pilihan," kata Lam.

Hong Kong diperkirakan akan mencatat 1.501 kasus baru terkonfirmasi dan 5.400 kasus positif awal pada Selasa, kata stasiun televisi TVB yang mengutip seorang sumber.

Kota itu menerapkan dua kali tes Covid-19 untuk mengonfirmasi kasus positif. Kasus positif awal (preliminary positive case) ditentukan dari satu kali tes. Pada Senin, otoritas kesehatan melaporkan 2.071 kasus terkonfirmasi dan 4.500 kasus positif awal.

Tentang pemilihan pemimpin yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret, Lam mengatakan rencana itu belum berubah, namun mengingat keparahan dan kecepatan gelombang saat ini situasinya akan terus dipantau.

"Jadi, saya tak bisa mencegah setiap kemungkinan pada saat ini," kata dia.

Sebuah komite beranggotakan 1.500 orang, yang dipilih oleh pemerintah berdasarkan "patriotisme" dan kesetiaan mereka pada Beijing, akan memilih pemimpin berikutnya.

Pemilihan kepala eksekutif Hong Kong belum pernah ditunda sejak kota itu diserahkan oleh Inggris kepada China pada 1997.

Dua tahun lalu dengan alasan pandemi, pihak berwenang menunda pemilihan legislatif, di mana sejumlah anggotanya dipilih lewat pemilihan umum.

Pemilu tersebut lalu digelar pada Desember 2021 berdasarkan aturan baru "khusus bagi para patriot" yang diberlakukan oleh Beijing.

Pembatasan sosial dan larangan berkumpul, yang diterapkan setelah gelombang pertama Covid-19 menghantam, membantu pemerintah Hong Kong meredam gerakan pro-demokrasi.

Gerakan tersebut pernah mengguncang kota itu dengan aksi-aksi protes pada 2019. Undang-undang keamanan nasional yang diterapkan Beijing pada Juni 2020 mengakhiri aksi gerakan itu.


Dukungan Beijing

Sektor perjalanan internasional di Hong Kong telah terhantam parah oleh pembatasan penerbangan yang ketat.

Pembatasan telah menjadikan Hong Kong salah satu kota paling terisolasi di dunia karena perbatasan ditutup selama sekitar dua tahun.

Sebagian besar ruang publik, seperti gereja, pub, sekolah dan pusat kebugaran masih ditutup dan kerumunan lebih dari dua orang dilarang.

Makan di restoran tidak dibolehkan setelah pukul 18.00, sementara sebagian besar orang bekerja dari rumah.

Hong Kong meluncurkan kartu vaksin mulai 4 Februari 2022. Penduduk harus menunjukkan bukti vaksinasi sebelum memasuki restoran, toserba dan pusat perbelanjaan. Pembelajaran tatap-muka di sekolah ditunda sampai setidaknya 6 Maret 2022.

Ketika kasus melonjak di Hong Kong, China mengatakan akan membantu kota itu untuk meningkatkan tes, pengobatan dan kapasitas karantina.

Negara itu juga membantu memastikan pasokan, mulai dari alat tes cepat antigen dan perlengkapan pelindung hingga sayuran segar. Lam menyebut, pemerintah pusat di Beijing akan mengirimkan lebih dari 100 juta alat tes ke Hong Kong.

Pemerintah kota juga tengah merekrut lebih banyak sopir truk lintas perbatasan untuk memastikan pasokan sayur-mayur dari China daratan setelah sejumlah sopir terinfeksi Covid-19.

Meski kasus melonjak, angka kematian masih jauh di bawah kota-kota serupa lainnya sejak pandemi dimulai dua tahun lalu. Selama pandemi, Hong Kong telah mencatat sekitar 25.000 kasus dan 200 lebih kematian.

Namun ketika sistem kesehatan kewalahan, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa kota itu akan mencatat 28.000 kasus per hari pada akhir Maret. Mereka juga khawatir dengan banyaknya orang lanjut usia yang enggan divaksinasi. Sekitar 3.000 unit tempat tinggal dan sekitar 10.000 kamar hotel akan dialihfungsikan menjadi tempat isolasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini