Share

Intip Teknologi Baru untuk Memecahkan Misteri Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Kamis 17 Februari 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 406 2548034 intip-teknologi-baru-untuk-memecahkan-misteri-hilangnya-malaysia-airlines-mh370-YUMZLYMybg.jpg Ilustrasi pesawat (dok. Freepik)

 

LEMBAGA Australia menggunakan teknologi baru untuk memecahkan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.

Peneliti Richard Godfrey menjelaskan, pihaknya menggunakan sinyal radio lemah yang dikenal sebagai WSPR, jaringan weak signal propagation report.

Melansir News.com.au, WSPR adalah perangkat lunak yang digunakan untuk komunikasi sinyal lemah antara stasiun radio amatir.

Tidak seperti komunikasi radio amatir biasa, WSPR memungkinkan stasiun radio amatir untuk berpartisipasi dalam jaringan suar berdaya rendah di seluruh dunia.

infografis

Situasi itu memungkinkan pemancar radio amatir untuk mengirim dan menerima sinyal WSPR dan kemudian mengunggah data ke server real-time di mana hasil dari sinyal yang dikirim dan diterima dapat dilihat. Dengan cara itu, WSPR membentuk radio amatir yang agak berbeda, jalur propagasinya terbuka dapat dilihat.

WSPR adalah aplikasi perangkat lunak yang dibuat oleh Joe Taylor, K1JT, fisikawan Princeton pemenang Hadiah Nobel yang juga mengembangkan mode digital lain untuk radio amatir yang disebut WSJT.

Berdasarkan teknologi itu, menurut Godfrey, MH370 menghantam laut 1933 km sebelah barat Perth, dan terletak 4000 meter di bawah air, lokasi yang tepat di bagian utara zona pencarian yang banyak ahli percaya pesawat itu berada.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Meski demikian, Kepala Komisaris Biro terkait, Angus Mitchell mengaku, akan meninjau kembali data yang telah dikumpulkan untuk memecahkan misteri tersebut.

“Kami sedang memeriksa semua data lama, mencari apa pun yang mungkin terlewatkan,” terangnya.

Mitchell mengatakan, dia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada keluarga.

“Namun, apakah itu cukup kredibel untuk melacak pesawat masih harus dilihat,” ujar Mitchell.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini