Share

4 Daerah di Indonesia yang Rayakan Cap Go Meh dengan Cara Sederhana

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 17 Februari 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 406 2548050 4-daerah-di-indonesia-yang-rayakan-cap-go-meh-dengan-cara-sederhana-aNI8UWPNih.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

CAP Go Meh merupakan bagian penting sekaligus penutup dari perayaan Tahun Baru China. Warga Tionghoa di seluruh dunia merayakan Cap Go Meh dengan meriah.

Istilah Cap Go Meh berasal dari Bahasa Hokkien, yang mana memiliki arti 15 hari atau malam setelah Tahun Baru Imlek. Awalnya Cap Go Meh dirayakan untuk menghormati Dewa Tahi Yi, yang dikenal sebagai dewa tertinggi di Dinasti Han.

Diwarnai dengan atraksi barongsai dan lampu lampion, Cap Go Meh menjadi tradisi budaya yang sudah mengakar di Indonesia. Sejumlah daerah kerap menggelar festival kuliner untuk meramaikan perayaan Cap Go Meh.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi pandemi memaksa beberapa daerah di Tanah Air merayakan Cap Go Meh secara sederhana.

Penerapan protokol kesehatan juga diawasi dengan ketat. Berikut sejumlah daerah yang merayakan Cap Go Meh dengan cara sederhana di masa pandemi sebagaimana dihimpun Okezone.

Cap Go Meh
(Foto: Ist)

Bogor

Perayaan Cap Go Meh di Bogor, Jawa Barat tak lengkap tanpa Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM). Acara ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat Tionghoa setiap tahunnya.

Tahun ini pengunjung Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) hanya bisa merayakan festival secara daring. Mereka berkumpul dan berdoa bersama lewat virtual. Doa dan harapan disampaikan partisipan melalui kolom komentar.

Untuk tamu tertentu, mereka masih dapat menghadiri CGM secara offline. Peserta wajib memenuhi syarat vaksin dua kali dan memindai barcode aplikasi PedulilLindungi. Pintu Vihara juga ditutup demi menghindari kerumunan.

Palembang

Tak jauh berbeda dengan Bogor, perayaan Cap Go Meh di Palembang, Sumatera Selatan hanya berfokus pada ibadah. Warga Tionghoa melakukan sembahayang dengan pengawasan yang ketat dari anggota Kepolisian dan TNI.

Protokol kesehatan juga diberlakukan di tempat ibadah, salah satunya di Klenteng Tri Dharma Hok Tjing Bio. Pihak Klenteng menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu dan masker.

"Datang berdoa lalu pulang, tak ada acara lain karena masih suasana pandemi Covid-19. Tentunya hal ini sangat berbeda dengan Cap Go Meh sebelum wabah," ujar Ketua Tempat Ibadah, Chandra Husein.

Ritual Cap Go Meh

(Foto: Okezone.com)

Singkawang

Warga Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat juga turut merayakan Cap Go Meh tanpa festival meriah. Tahun ini mereka hanya melakukan sembahyang saja.

Ritual sembahyang di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, pusat Kota Singkawang berlangsung tertib dengan dikawal aparat. Petugas mengamankan ibadah serta mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Kendati demikian, atraksi tatung tetap diselenggarakan pada sore hari. Atraksi ini selalu ada di setiap jelang perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Tatung merupakan sebutan untuk tabib lokal yang melakukan atraksi esktrem, seperti menusuk pipi menggunakan lidi besi dan menyayat tangan dengan pisau tajam.

Pontianak

Perayaan Cap Go Meh yang biasanya digelar meriah di Kota Pontianak akan berbeda tahun ini. Pemerintah setempat memutuskan meniadakan acara perayaan Cap Go Meh 2022 demi mencegah peningkatan risiko penularan Covid-19.

"Tidak hanya itu, malam perayaan Imlek 2573 yang biasanya dimeriahkan dengan pesta kembang api juga ditiadakan," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak.

Meski perayaan ditiadakan, menurut Edi, warga tetap diperbolehkan melaksanakan ibadah di klenteng dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Nantinya kami bersama personel TNI/Polri akan melakukan pengamanan di rumah-rumah ibadah pada Hari Raya Imlek agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan aman dan kondusif," ujarnya.

Ia mengimbau warga Tionghoa merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara sederhana dengan tidak menggelar kegiatan yang menghadirkan banyak orang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini