Share

Bali Ingin Hapus Karantina Bagi Wisatawan Mulai Maret

I Gusti Bagus Alit Sidi, Jurnalis · Minggu 20 Februari 2022 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 20 406 2550053 bali-ingin-hapus-karantina-bagi-wisatawan-mulai-maret-I3VrsVSvAY.jpeg Ilustrasi traveling (dok. Freepik)

GUBERNUR Bali Wayan Koster berencana menghapus karantina bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali pada Maret 2022. Koster menilai, virus Corona (COVID-19) Varian Omicron sudah bisa dikendalikan.

"Saya sudah mengupayakan masa karantina yang semula 7 hari, dikurangi jadi 5 hari, dan per hari ini sudah menjadi 3 hari. Dan rencana saya kalau bisa di awal Maret itu sudah tanpa karantina,"ujar Koster di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Meski tanpa karantina, wisatawan di Bali harus negatif swab PCR saat keberangkatan, dan saat kedatangan. Hasil swab PCR ini ditunjukkan di hotel tempat menginap.

infografis

Penghapusan karantina pada Maret 2022 berdasarkan pada pertimbangan perkembangan kasus COVID-19. Ia berharap kasus COVID-19 di Bali terus turun.

"Sekarang ini sudah agak menurun dan kita masih ada waktu dua minggu, mudah-mudahan (COVID-19) menurun dan stabil," harapnya.

Pemerintah Provinsi Bali mempunyai dasar kuat untuk tiadakan karantina bagi wisatawan. Hal ini lantaran capaian vaksinasi bagi masyarakat di Pulau Dewata sangat tinggi.

Untuk vaksinasi reguler usia 12 tahun ke atas, suntikan pertama sudah mencapai 105 persen, dan vaksin kedua sudah mencapai 94 persen lebih. Kemudian vaksin usia lanjut (lansia) suntikan pertama sudah mencapai 84 persen dan vaksin keduanya sudah mencapai 74 persen lebih.

Sementara vaksinasi usia 6-11 tahun suntikan pertama sudah mencapai lebih dari 105 persen. Sedangkan vaksinasi kedua sudah lebih dari 90 persen.

"Jadi sebenarnya dari segi vaksinasi di Bali ini sudah mencapai cukup tinggi sehingga relatif aman terhadap penularan COVID-19 terutama risiko dari penularan COVID-19 ini," kata dia.

"Sehingga polanya kita lihat yang masuk rumah sakit hanya kurang dari 10 persen dan juga cepat sembuh, yang OTG juga 90-an persen ini cepat sembuh. Jadi dari pola ini saya melihat tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan," imbuh Koster.

Untuk itu, walaupun kasus COVID-19 varian Omicron saat ini tinggi, Koster mengimbau masyarakat agar tidak panik. Namun tetap patuhi protokol kesehatan (prokes).

"Tidak perlu panik, tidak perlu juga ketakutan, yang penting kita waspada ikut prokes. Sedapat mungkin hindari hal-hal yang menimbulkan kerumunan banyak orang yang berisiko terhadap penularan COVID-19," pintanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini