Share

Tradisi Berburu Berbuah Petaka, Seorang Wanita Jadi Korban Peluru Nyasar

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 24 Februari 2022 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 406 2551979 tradisi-berburu-berbuah-petaka-seorang-wanita-jadi-korban-peluru-nyasar-N71s2TZsR2.jpg Pejalan kaki tewas terkena peluru nyasar saat tradisi berburu di hutan Prancis (News.com.au)

SEORANG wanita pejalan kaki di Prancis tewas terkena peluru nyasar pemburu remaja pada Sabtu 19 Februari 2022. Pembunuhan tidak disengaja ini memicu kembali perdebatan di antara calon presiden negara itu mengenai tradisi berburu.

Melansir dari News.com.au, wanita berusia 25 tahun itu terkena tembakan ketika sedang mendaki bersama seorang teman di dekat Aurillac, wilayah Cantal Prancis. Penembaknya, seorang gadis 17 tahun, segera dirawat di rumah sakit karena syok.

 BACA JUGA: Sandiaga Uno Siapkan Pariwisata Berbasis Alam di Ibu Kota Negara Baru, Seperti Apa?

Remaja itu diketahui menjadi bagian dalam kelompok berburu babi hutan. Kini dia ditahan untuk diinterogasi yang berlanjut sepanjang akhir pekan.

Dia telah memperoleh izin berburunya ketika dia berusia 16 tahun dan dinyatakan negatif narkoba dan alkohol.

“Kami perlu memverifikasi bahwa perburuan itu dikomunikasikan dan ditandai dengan benar,” kata Berrangere Abba, sekretaris negara bagian keanekaragaman hayati pemerintah.

 BACA JUGA: TikToker Kena Tipu Open Trip Labuan Bajo, Sandiaga Ingatkan Wisatawan Jangan Tergiur Harga Murah

Kematian memicu perdebatan berburu

Pembunuhan ini telah menghidupkan kembali perdebatan di antara calon presiden Prancis. Tradisi berburu di negara itu sudah menjadi pro-kontra sejak lama, di mana para kritikus menuntut peraturan yang lebih ketat.

Prancis adalah negara yang menjunjung tinggi tradisi pedesaannya. Negara itu memiliki jumlah pemburu terbesar dari semua negara Eropa, dengan sekitar satu juta pemburu pemegang izin.

Namun tragedi terbaru ini telah menambah tekanan yang semakin besar untuk membuat peraturan yang lebih ketat tentang perburuan.

 Ilustrasi

“Kami sangat membutuhkan lebih banyak regulasi tentang kegiatan ini,” Yannick Jadot, kandidat Partai Hijau untuk pemilihan presiden April, mengatakan pada akhir pekan.

Menurut surat kabar Prancis Le Monde, telah terjadi 3325 kecelakaan berburu di Prancis sejak tahun 2000, yang mengakibatkan 421 kematian. Fakta ini dikutip dari kantor keanekaragaman hayati Prancis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini