Share

Khawatir Invasi Rusia, Maskapai Eropa Kompak Batalkan Penerbangan ke Ukraina

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 406 2552151 khawatir-invasi-rusia-maskapai-eropa-kompak-batalkan-penerbangan-ke-ukraina-1mTsLZcKdQ.JPG Maskapai Air France batalkan penerbangan ke Ukraina (Foto: Instagram/@airfrance)

SEJUMLAH maskapai penerbangan terpaksa membatalkan penerbangan ke dan di atas langit Ukraina, menyusul kekhawatiran terhadap invasi Rusia yang kian agresif.

Air France dan Lufthansa adalah maskapai baru yang belakangan menangguhkan penerbangan ke dan dari ibu kota Kiev, mengutip perubahan itu sebagai tindakan pencegahan.

“Air France akan secara teratur menilai kembali situasi dan mengingatkan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, dan awaknya adalah keharusan mutlak,” ujar pihak Air France dalam sebuah pernyataan.

Lufthansa mengumumkan pada Sabtu, maskapai Jerman juga akan menangguhkan penerbangan ke dan dari ibu kota dan juga Odessa hingga setidaknya akhir Februari.

Kedua maskapai itu bergabung dengan Swiss International Air Lines, Eurowings dan Austrian Airlines, yang semuanya mengumumkan pada awal Februari bahwa mereka akan menangguhkan penerbangan ke Ukraina hingga setidaknya akhir bulan.

Tentara Ukraina
(Tentara Ukraina berpatroli di atas tank tempur, Foto: Reuters)

Maskapai Belanda KLM adalah maskapai pertama yang mengambil tindakan drastis untuk menangguhkan penerbangan dan keselamatan penumpang serta awak tetap menjadi prioritas utama.

“Karena situasi saat ini di Ukraina, maskapai Lufthansa Group menangguhkan penerbangan reguler mereka ke Kiev dan Odessa,” bunyi pernyataan maskapai itu.

Scandinavian Airlines, yang dikenal sebagai SAS, membatalkan penerbangan mingguannya dari Oslo ke Kiev yang dijadwalkan Selasa.

John Eckhoff, sang juru bicara maskapai menyatakan, pihaknya akan menilai kembali situasi sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan penerbangan pada minggu depan.

Penangguhan tersebut sebagian karena kekhawatiran yang dibawa oleh maskapai penerbangan tentang apa yang terjadi pada tahun 2014, ketika sebuah rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia menjatuhkan sebuah pesawat Malaysia Airlines, MH17, yang menewaskan 298 orang di dalamnya.

Menurut The New York Times, pihak berwenang Ukraina menekankan wilayah udara negara itu tetap terbuka, dan bergegas untuk meyakinkan industri.

Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal mengumumkan pada 13 Februari pembentukan dana USD820 atau sekitar Rp11 miliar untuk menutupi asuransi sehingga penerbangan dapat dilanjutkan melalui wilayah udara Ukraina.

Infografis Kecelakaan Pesawat

Sebagai tanggapan, Ukraine International Airlines mengatakan, meskipun perusahaan asuransi akan berhenti mengasuransikan pesawat untuk penerbangan di atas wilayah udara Ukraina, itu akan terus mengoperasikan penerbangan secara normal berkat kerja sama dengan pemerintah.

Ketegangan di Eropa meningkat setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin membuat langkah provokatif dan tak terduga yang diyakini orang dalam telah meningkatkan ancaman perang habis-habisan.

Putin telah secara resmi mengakui dua wilayah Ukraina yang pro-Rusia, yang pemberontak, mengakui mereka sebagai wilayah merdeka, dan segera mengirimkan pasukan untuk penjaga perdamaian.

Itu terjadi ketika Rusia mengklaim lima penyabotase Ukraina telah terbunuh ketika mencoba untuk melanggar perbatasan, dan setelah Presiden AS, Joe Biden dan Putin pada prinsipnya setuju untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak mengenai krisis Ukraina dengan syarat Rusia tidak menyerbu bangsa.

Namun, pengumuman mengejutkan hari ini dapat mengancam pertemuan bersejarah itu. Ketika krisis berkecamuk, intelijen AS minggu ini mengungkapkan Putin telah memberikan perintah kepada pasukannya untuk menyerang Ukraina, dengan tentara Rusia kini siap untuk menyerang.

Sekitar tiga perempat dari total pasukan Rusia dilaporkan telah dikerahkan melawan Ukraina, dengan hampir 200.000 pasukan Rusia dan separatis ditempatkan di daerah dekat perbatasan.

Pakar militer Barat khawatir Presiden Rusia dapat meluncurkan invasi skala penuh dalam hitungan hari untuk merebut wilayah yang diserahkan oleh bekas Uni Soviet selama jatuhnya Uni Soviet tiga dekade lalu.

Gedung Putih telah mengumumkan akan menjatuhkan sanksi ekonomi di wilayah yang memisahkan diri, tetapi tidak untuk Rusia saat ini.

Dalam pidatonya pada Senin malam waktu setempat, Putin juga mengatakan, Ukraina modern sepenuhnya dan seluruhnya diciptakan oleh Rusia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini