Share

Ingat! Jangan Lakukan Hal Ini di Toilet Pesawat, Akibatnya Fatal

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 406 2552568 ingat-jangan-lakukan-hal-ini-di-toilet-pesawat-akibatnya-fatal-t1eeAOPJOG.jpg Toilet pesawat (iStock via News.com.au)

WAJAR jika Anda ingin bersantai saat terbang, terutama jika Anda sedang dalam penerbangan lintas negara atau internasional. Anda mungkin ingin mengubah kursi pesawat Anda menjadi 'rumah' yang jauh dari rumah Anda selama beberapa jam. Tetapi para ahli memperingatkan bahwa Anda tidak boleh terlalu nyaman.

Meskipun maskapai penerbangan membuat aturan ketat di tengah pandemi COVID-19, pramugari dan frequent flyer mengatakan mereka masih melihat orang melakukan ini.

Menurut ahli penyakit kaki Ebonie Vincent, orang-orang menempatkan diri mereka dalam bahaya dengan bertelanjang kaki di pesawat.

 BACA JUGA: Ditolak Naik Pesawat Karena Koper, Ibu Ini Buang Kopernya di Tempat Sampah

Vincent, yang membintangi acara TLC My Feet Are Killing Me, memperingatkan Washington Post bahwa berjalan tanpa alas kaki di pesawat dapat membuat orang terpapar bakteri dan virus.

"Anda juga bisa terkena jamur, belum lagi jutaan kuman dan bakteri yang bisa Anda pindahkan ke karpet, di dalam kamar hotel atau rumah dan mobil, yang berbahaya bagi orang lain," katanya seperti dikutip BestLife Online, Jumat (25/2/2022).

Dan ada beberapa tempat yang menjadi rumah bagi lebih banyak kuman dan bakteri daripada di dalam kamar mandi pesawat. Namun, bertelanjang kaki di mana saja di pesawat membuat Anda berisiko.

 

Sebagian besar pesawat dibersihkan secara teratur, kamar mandi tetap digunakan banyak orang

Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pesawat dibersihkan dan disapu di antara penerbangan, serta dilakukan pembersihan lebih setidaknya sekali setiap 24 jam, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) sebenarnya tidak mengatur seberapa sering pesawat dibersihkan.

Di luar itu, ruang sempit kamar mandi pesawat memudahkan bakteri menyebar dan percikan cairan masuk ke setiap permukaan di area tersebut. Penting untuk diingat bahwa Anda tidak di rumah. Toilet yang Anda gunakan juga digunakan oleh puluhan bahkan ratusan orang dalam waktu singkat.

 BACA JUGA: Kaca Retak Bikin Penumpang Jantungan, Pesawat Ini Mendarat Darurat

Para ahli menyarankan agar Anda menghindari menyentuh banyak bagian kamar mandi pesawat yang paling sering digunakan, mulai dari dudukan toilet hingga pegangan pintu. Meskipun kamar mandi dibersihkan sesering mungkin, permukaan yang sering disentuh masih bisa menjadi sarang kuman.

"Dan jangan berjalan tanpa sepatu. Kencing dan kotoran terjadi, di mana-mana. Saya merasa seperti menyaksikan 'kecelakaan' secara teratur, di kursi mereka atau di kamar mandi," curhat seorang pramugari.

"Orang-orang mengalami mimisan, atau luka mereka terbuka. Jelas, ketika kami mendarat, itu dibersihkan secara menyeluruh . Tetapi dalam penerbangan, sumber daya kami terbatas," paparnya.

Berjalan tanpa alas kaki juga tidak menghormati sesama penumpang

Selain kamar mandi, orang suka melepas sepatu mereka di pesawat. Ketiadaan sepatu telah menjadi masalah sehingga banyak maskapai besar, termasuk Delta, American Airlines, JetBlue, dan Southwest Airlines memiliki aturan eksplisit yang menyatakan bahwa Anda dapat dikeluarkan dari penerbangan karena tidak menggunakan alas kaki.

Jika Anda benar-benar tidak bisa memakai sepatu selama penerbangan, ada alternatifnya

Kaki telanjang tidak boleh untuk alasan kebersihan dan karena itu tidak sopan. Tetapi jika kaki Anda membengkak di pesawat dan sepatu menjadi tidak nyaman, Anda punya pilihan. Pakar perjalanan Caroline Costello dari Smart Traveler merekomendasikan agar Anda menyimpan sepasang sandal di tas jinjing Anda untuk dipakai.

 Ilustrasi

Berjalan-jalan dengan memakai kaus kaki lebih baik daripada tidak sama sekali dalam keadaan darurat, tetapi perlu diingat bahwa kaus kaki tidak akan menyelamatkan Anda dari cairan apa pun (air atau lainnya) yang mungkin Anda temui di lantai kamar mandi.

Vincent mengatakan kepada Washington Post bahwa kaus kaki kompresi dengan pegangan di bagian bawah bisa menjadi jawaban bagi orang yang berjuang melawan pembengkakan.

Costello juga menyarankan agar Anda bertanya kepada pramugari apakah maskapai memiliki kaus kaki atau sandal untuk Anda pakai sebagai pilihan terakhir. Banyak operator menyediakan barang-barang itu secara gratis untuk pelanggan bisnis dan kelas satu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini