Share

Mengenal Indria Puji Astuti, Mantan Pramugari yang Jadi Pilot Helikopter Water Bombing

Antara, Jurnalis · Minggu 27 Februari 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 406 2553339 mengenal-indria-puji-astuti-mantan-pramugari-yang-jadi-pilot-helikopter-water-bombing-eN7VLsT21B.JPG Indria Puji Astuti, pilot helikopter water bombing wanita pertama (Foto: Antara)

INDRIA Puji Astuti merupakan pilot perempuan pertama sebuah perusahaan swasta yang bertugas membawa helikopter bom air (water bombing) yang ditugasi membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

"Sebelum menjadi seorang pilot, saya pramugari di Kepolisian Republik Indonesia dan ditempatkan di Kepolisian Udara Baharkam Polri sebagai pramugari VIP pada 2006 hingga 2010 dan kemudian pada 2014-2015 mengikuti sekolah pilot melalui pelatihan di sekolah penerbangan swasta," kata Indria Puji Astuti.

Setelah selesai dari sekolah penerbangan swasta tersebut kemudian kembali kesatuan dan dikonversi ke helikopter.

Saat itu di kepolisian udara sendiri belum ada penerbangan helikopter perempuan, lalu ditempatkan di helikopter yang kemudian pada 2020 dirinya terbang di kepolisian udara dan sampai saat ini terbang di nasional untuk melayani App Sinarmas sebagai pilot.

"Saya sudah purnawirawan dari polisi, pada saat saya memutuskan untuk terbang helikopter saya sudah tahu konsekuensinya," katanya.

Kalau helikopter itu kan berbeda dengan pesawat terbang biasa yang mungkin terbang di kota-kota besar, namun kalau helikopter terbang dan mendarat di titik tertentu atau lapangan kecil, itu sudah cukup maka dari itu sebelumnya sudah dipikirkan.

"Konsekuensi seperti ini dan saya memang menikmati suatu tantangan," kata Indria.

Untuk sistem pekerjaan, semua standar yang sudah diterima saat belajar, yakni sama dengan standar pilot laki-laki, tidak ada perbedaan. Sebagai pilot helikopter bom air merupakan suatu tantangan dan pengalaman baru juga. 

Segalanya kalau dilakukan dengan senang, tidak ada yang berat.

"Kalau rasa takut pasti pasti ada, seperti biasanya terbang jauh dari api, namun helikopter ini harus dekat api untuk memadamkannya. Kalau takut pasti ada dan kita harus profesional dan harus mengetahui batas-batasnya," katanya.

Untuk itu dirinya dan rekan rekan TRC sudah dibekali dengan pelatihan yang cukup. Keluarga sangat mendukung dan mereka minta agar selalu hati-hati.

Indria, sejak kecil memang ingin menjadi pilot. Ia menyarankan kepada teman-teman perempuan seluruh Indonesia agar tetap optimis.

"Yang pertama, sih, memang bermimpi dan tidak berhenti sampai di situ, kita harus cari cara bagaimana mewujudkan mimpi dengan belajar, berdoa dan berusaha," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini